Terkini

Ortu Harus Turun Tangan, Prestasi Anak Tak Cukup Digapai dari Ruang Kelas

3
×

Ortu Harus Turun Tangan, Prestasi Anak Tak Cukup Digapai dari Ruang Kelas

Sebarkan artikel ini
prestasi anak
Atlet basket SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang usai bertanding berdiskusi dengan pelatih dan wali murid

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Prestasi anak di dunia pendidikan ternyata tidak cukup hanya dibangun dari aktivitas belajar di dalam kelas. Dukungan orang tua atau wali murid di luar lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting pendorong tumbuhnya potensi, mental juara, sekaligus kepercayaan diri peserta didik.

Gambaran itu terlihat dalam kegiatan lomba basket tingkat pelajar yang digelar di GOR Wirabhakti Lumajang. Kompetisi yang dimulai sejak Selasa (18/8/2026) tersebut dijadwalkan berlangsung hingga sepekan ke depan dan menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun karakter melalui olahraga.

Di tengah riuh pertandingan, keberadaan orang tua dan wali murid menjadi pemandangan tersendiri. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang tengah berjuang membawa nama sekolah maupun timnya.

Kepala SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Darna Yuliastutik, menilai partisipasi masyarakat, khususnya orang tua atau wali murid, sangat dibutuhkan dalam perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Menurut Darna, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya diukur dari nilai akademik yang diperoleh siswa di ruang kelas.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini. Capaian prestasi anak itu tidak bisa hanya diukur dari materi yang diberikan di dalam kelas,” ujar Darna, Rabu (19/8/2026).

Ia menegaskan, pendidikan memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Anak membutuhkan ruang untuk mengembangkan bakat, minat, kemampuan sosial, kedisiplinan, sportivitas hingga keberanian menghadapi tantangan.

Karena itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan nonakademik, termasuk olahraga dan berbagai kompetisi pelajar, dinilai menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Dukungan tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Mulai dari memberikan izin dan motivasi, mendampingi anak mengikuti kegiatan, memberikan apresiasi atas perjuangannya, hingga membangun komunikasi positif dengan pihak sekolah.

Bagi Darna, ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan, potensi anak akan lebih mudah dikembangkan.

“Anak-anak membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Orang tua juga mempunyai peran penting dalam memberikan motivasi dan ruang kepada anak untuk mengembangkan potensinya,” katanya lagi.

Lomba basket pelajar di GOR Wirabhakti Lumajang bukan semata-mata persoalan siapa yang menjadi juara. Di balik kompetisi tersebut terdapat proses pembentukan karakter yang tidak selalu bisa diperoleh melalui pembelajaran teoritis.

Anak belajar bekerja sama dalam tim, menghormati lawan, menerima kemenangan maupun kekalahan, mematuhi aturan permainan dan tetap berusaha ketika menghadapi tekanan.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sangat dibutuhkan generasi muda.

Justru di sinilah peran orang tua menjadi penting. Kehadiran mereka di tribun pertandingan dapat menjadi bentuk dukungan psikologis yang sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi anak.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60