Terkini

Profesor M Nuh: Muktamar NU ke-35 Harus Jadi Ruang Titik Temu

3
×

Profesor M Nuh: Muktamar NU ke-35 Harus Jadi Ruang Titik Temu

Sebarkan artikel ini
YARSIS
Ketua YARSIS, profesor Muhammad Nuh, saat wawancara.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026 diharapkan akan jadi titik temu bagi faksi di NU yang selama ini berseberangan.

Persiapan Muktamar terus dimatangkan. Sekitar 10 hari menjelang hari H (H-10) pelaksanaan, panitia tengah menggenjot berbagai persiapan, mulai dari kesiapan fisik, materi muktamar, undangan, hingga pengamanan.

Sekretaris Steering Committee Muktamar NU ke-35, Profesor Muhammad Nuh, mengatakan persiapan saat ini memasuki tahap pematangan.

Ditemui usai upacara bendera HUT ke-81 Republik Indonesia di RSI Jemursari, Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026, dia mengatakan,” Muktamar Insya !Alllah akan kita mulai 27, kurang 10 hari lagi. Persiapan Muktamar terbagi dalam dua bagian utama, yakni fisik pelaksanaan yang dikoordinasikan organizing committee yang dipimpin Gus Ipul dan Lora Amin.”

Sementara materi muktamar ditangani steering committee yang dipimpin Katib Am, dengan Muhammad Nuh sebagai sekretaris.

Steering committee tidak hanya bertugas menyiapkan materi muktamar, tetapi juga memberikan pengarahan terhadap keseluruhan pelaksanaan.

Karena itu, dalam pekan ini berbagai kebutuhan ditargetkan sudah dirapikan, termasuk urusan undangan.

Jumlah peserta dan undangan Muktamar NU ke-35 diperkirakan mencapai 3.000 orang lebih. Peserta berasal dari sekitar 600-an cabang, wilayah, dan unsur internasional. Jika setiap unsur dikalikan empat orang, jumlahnya mencapai sekitar 2.400 peserta. Jumlah tersebut masih ditambah PBNU, peninjau, serta pengamat.

“Di samping peserta Muktamar sendiri, itu kira-kira kalau dikalikan ada 600-an cabang, wilayah dan internasional. Dikalikan empat saja sudah 2.400, ditambah dengan PBNU itu sendiri, ditambah dengan peninjau, kira-kira 3.000-an,” ujar Muhammad Nuh.

Pada acara pembukaan, sejumlah negara sahabat dan organisasi dunia juga disebut mulai mengirimkan surat untuk menyatakan keikutsertaan.

Kehadiran mereka bukan hanya untuk mengikuti pembukaan, tetapi juga mengamati rangkaian suasana Muktamar, mulai dari musyawarah, diskusi, hingga proses pengambilan keputusan keagamaan dan keorganisasian.

“Sudah mulai masuk beberapa negara sahabat kita akan ikut hadir di pembukaan, termasuk juga organisasi-organisasi dunia,” katanya.

Muhammad Nuh berharap seluruh persiapan berjalan sesuai rencana sehingga Muktamar dapat dimulai tepat waktu pada 27 Agustus.

Proses pendaftaran peserta dijadwalkan berlangsung mulai 26 – 27 Agustus. Pada malam 27 Agustus, pembukaan Muktamar dijadwalkan digelar dan Presiden disebut berkenan hadir.

Muktamar NU ke-35 menjadi momentum khusus karena merupakan muktamar perdana pada abad kedua NU. Pelaksanaannya juga mengambil tempat di pondok salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, almarhum KH Wahab Hasbullah.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60