BERITABANGSA.ID, MADIUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pemuda Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui jalur pendidikan, kejar paket.
Program pembelajaran kejar paket A, B, dan C resmi diaktifkan sebagai upaya memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menyelesaikan pendidikan formal yang sempat terhenti.
Sebelum program berjalan, Lapas Pemuda Madiun berperan aktif menyiapkan seluruh proses administrasi, mulai dari pendataan warga binaan yang memenuhi syarat hingga koordinasi dan surat-menyurat dengan Dinas Pendidikan Kota Madiun. Langkah tersebut menjadi fondasi penting agar program pendidikan dapat terlaksana sesuai ketentuan.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas II Pemuda Madiun menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Mustofa sebagai mitra penyelenggara. PKBM Al Mustofa selama ini dikenal aktif mendukung program pendidikan kesetaraan dan pemberantasan putus sekolah di wilayah Kota Madiun.
Kepala PKBM Al Mustofa, Alghofiki, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya didorong oleh kepedulian terhadap masa depan warga binaan yang belum sempat menuntaskan pendidikan.
“Kegiatan ini murni sebagai bentuk kepedulian kami kepada warga binaan. Banyak di antara mereka yang hanya lulus SD dan karena berbagai kondisi tidak dapat melanjutkan pendidikan. Kami ingin memberikan kesempatan agar setelah bebas nanti mereka memiliki ilmu pengetahuan sekaligus ijazah Kejar Paket yang memiliki kesetaraan dengan ijazah pendidikan formal,” ujarnya, Rabu (05/08/2026).
Menurut Alghofiki, pendidikan merupakan bekal penting bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Dengan bekal ijazah tersebut, peluang melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan akan semakin terbuka.
Sementara itu, tutor PKBM Al Mustofa, Hernawan, menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran dilakukan sebagai bentuk pengabdian sosial. Para tutor memberikan materi sesuai kurikulum pendidikan nasional agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.
“Kegiatan ini murni bersifat sosial. Kami ingin warga binaan memperoleh hak pendidikan yang layak sehingga memiliki ijazah, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana,” katanya.
Program Kejar Paket A, B, dan C diharapkan menjadi salah satu langkah nyata pembinaan di Lapas Pemuda Madiun. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.


















