BERITABANGSA.ID, JAKARTA – Bandara Internasional Radin Inten II di Lampung memasuki babak baru dalam pengembangan konektivitas udara. Mulai 24 Agustus 2026, bandara tersebut akan melayani penerbangan internasional reguler setelah PT TransNusa Aviation Mandiri membuka rute langsung menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Pada saat bersamaan, maskapai itu juga menambah frekuensi penerbangan Lampung–Jakarta hingga tiga kali setiap hari.
Kehadiran dua rute baru tersebut memperluas pilihan perjalanan masyarakat Lampung. Selama ini, penumpang yang hendak bepergian ke Malaysia umumnya harus transit melalui Jakarta atau kota lain. Dengan layanan baru TransNusa, perjalanan internasional dapat dilakukan langsung dari Bandara Radin Inten II.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu simpul transportasi udara di Sumatra bagian selatan.
Bandara Radin Inten II telah dipersiapkan untuk melayani penerbangan internasional dengan dukungan fasilitas terminal serta infrastruktur yang dinilai memadai bagi operasional pesawat berbadan sempit.
Chief Executive Officer TransNusa Group, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan dua rute tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan penerbangan perusahaan yang diarahkan untuk memperluas akses mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di daerah.
“Pembukaan rute Lampung–Kuala Lumpur menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat Lampung terhadap konektivitas internasional. Dengan adanya penerbangan langsung setiap hari, masyarakat kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah dan efisien untuk terhubung dengan Malaysia maupun berbagai destinasi lainnya melalui Kuala Lumpur,” kata Bernard dalam keterangannya, Selasa, 29 Juli 2026.
Menurut Bernard, penambahan frekuensi penerbangan menuju Jakarta juga dimaksudkan untuk meningkatkan fleksibilitas perjalanan masyarakat.

Jakarta masih menjadi salah satu pusat mobilitas nasional sekaligus hub utama TransNusa yang menghubungkan penumpang ke berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri.
Melalui Bandara Soekarno-Hatta, penumpang asal Lampung dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi domestik seperti Denpasar, Yogyakarta, Lombok, dan Singkawang.
Sementara untuk rute internasional, TransNusa melayani penerbangan lanjutan menuju Singapura, Bangkok, Guangzhou, dan beberapa kota lainnya.
Bagi sektor pariwisata, konektivitas langsung menuju Kuala Lumpur diperkirakan membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Lampung.
Provinsi ini memiliki sejumlah destinasi yang selama ini menjadi andalan, di antaranya Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, serta Pantai Tanjung Setia yang dikenal sebagai salah satu lokasi selancar bertaraf internasional.
Bandara Internasional Radin Inten II sendiri memiliki kapasitas pelayanan hingga 735 penumpang per jam.
Kesiapan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung dimulainya operasional penerbangan internasional reguler dari bandara tersebut.
Untuk melayani rute baru itu, TransNusa mengoperasikan pesawat COMAC C909 berkapasitas 95 kursi. Rute Lampung–Kuala Lumpur dijadwalkan terbang setiap hari dengan keberangkatan pukul 11.40 WIB dan tiba di Kuala Lumpur pukul 14.25 waktu setempat.
Penerbangan kembali dari Kuala Lumpur dijadwalkan berangkat pukul 15.00 waktu setempat dan tiba di Lampung pukul 15.45 WIB.
Sementara itu, penerbangan Jakarta–Lampung tersedia tiga kali sehari, yakni pukul 07.10 WIB, 10.10 WIB, dan 17.50 WIB.
Adapun penerbangan dari Lampung menuju Jakarta berangkat pukul 08.55 WIB, 16.35 WIB, dan 19.05 WIB.
Tiket kedua rute tersebut telah dipasarkan sejak 24 Juli 2026 melalui situs resmi TransNusa maupun berbagai agen perjalanan daring.
Tarif penerbangan Lampung–Kuala Lumpur ditawarkan mulai Rp1.599.000 untuk sekali jalan, sedangkan rute Jakarta–Lampung mulai Rp699.000.
Pada layanan tersebut, maskapai menyediakan bagasi tercatat gratis hingga 20 kilogram, kursi dengan ruang kaki lebih lega, serta potongan harga tiket anak sebesar 10 persen sebagai bagian dari layanan Premium Service Carrier yang kini menjadi identitas bisnis TransNusa.


















