BERITABANGSA.ID, BONDOWOSO – Pimpunan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PD DMI), bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grujugan bersama KKN UIN KHAS melaksanakan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
Acara diisi sosialisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek), dan pengamatan Rashdul Kiblat pada tanggal 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara DMI, MWC NU, KUA Kecamatan Grujugan, serta mahasiswa KKN UIN KHAS Jember.
Sebelumnya dilakukan Sosialisasi dan Bimtek bertempat di Musalla, Nurul Haromain PP Annuqo Taman Grujugan Bondowoso, diikuti oleh seluruh pengurus DMI, ASN KUA Grujugan, penyuluh agama, takmir masjid dan musala, serta mahasiswa KKN sebagai bekal pelaksanaan pengamatan Rashdul Kiblat di lapangan.
Sebanyak 160 mahasiswa KKN UIN KHAS Jember yang tersebar di 11 desa se-Kecamatan Grujugan diterjunkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus mendampingi pelaksanaan pengamatan Rashdul Kiblat di masjid dan musala di wilayah masing-masing.
Keterlibatan mahasiswa menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam memberikan edukasi tentang pentingnya ketepatan arah kiblat.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Grujugan, Multazam, menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Melalui kolaborasi bersama MWC NU Grujugan, DMI Kecamatan Grujugan, dan mahasiswa KKN UIN KHAS Jember, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat. Gerakan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk memberikan kepastian arah kiblat berdasarkan metode ilmiah yang difasilitasi oleh Kementerian Agama,” ujar Multazam.
Sementara itu, Ketua DMI Kecamatan Grujugan, Nurhadi Idris, yang juga Dosen Institut Almaliky mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan masjid kepada umat. Kami mengajak seluruh takmir masjid untuk terus menjaga ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari ikhtiar menyempurnakan ibadah. Terima kasih kepada KUA Grujugan dan mahasiswa KKN yang telah mendampingi masyarakat dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Perwakilan mahasiswa KKN UIN KHAS Jember, Bima, menyampaikan rasa bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami merasa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga karena dapat terlibat langsung dalam sosialisasi dan pengamatan Rashdul Kiblat di desa-desa. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi keagamaan,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, KUA Kecamatan Grujugan berharap semakin banyak masjid dan musala yang memiliki arah kiblat yang tepat serta tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai metode ilmiah dalam pengecekan arah kiblat. (Eko/Red)


















