BERITABANGSA.ID, JEMBER – Derasnya arus digital mulai menggerus nilai-nilai moral generasi muda, Pemerintah Kabupaten Jember pun mengambil langkah berbeda. Melalui media film, penguatan pendidikan karakter didorong menjadi gerakan nyata yang menyentuh hati para pelajar.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui media film Children of Heaven yang digelar Forum Pemuda Pelopor di Cinepolis Lippo Plaza Jember, Rabu (15/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Arief menyampaikan apresiasi tinggi kepada Forum Pemuda Pelopor yang dinilai berhasil menghadirkan pendekatan pendidikan karakter melalui media audio-visual yang dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Forum Pemuda Pelopor atas inisiasi gerakan penanaman nilai-nilai karakter ini. Langkah ini merupakan implementasi nyata dalam menyukseskan amanat Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, serta Surat Edaran Bersama Tiga Menteri terkait penguatan karakter di satuan pendidikan,” ujar Arief.
Menurut Arief, tantangan pendidikan saat ini telah bergeser. Persoalan bukan lagi semata-mata memberantas buta aksara atau mengejar kemajuan teknologi, melainkan bagaimana membangun benteng moral agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus informasi digital.
“Kita semua menyadari bahwa tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memberantas buta aksara atau mengejar ketertinggalan teknologi. Tantangan yang jauh lebih besar adalah membentengi mental generasi muda dari krisis degradasi moral dan dampak negatif digitalisasi,” tegasnya.
Ia menilai, derasnya informasi yang masuk tanpa penyaringan ke ruang-ruang privat anak-anak membuat pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.
“Ketika arus informasi masuk tanpa filter ke ruang-ruang privat anak-anak peserta didik, maka nilai etika, kesantunan, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas harus menjadi jangkar utama agar mereka tidak kehilangan arah di masa depan,” imbuhnya.
Arief menjelaskan bahwa metode pembelajaran karakter tidak cukup hanya mengandalkan ceramah di ruang kelas. Dunia pendidikan dituntut menghadirkan pendekatan yang lebih kreatif, kontekstual, dan mampu membangun empati peserta didik.
Karena itu, menurutnya, film Children of Heaven menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kehidupan.
“Pendidikan karakter di era modern menuntut kita lebih kreatif. Pendekatan konvensional perlu dikombinasikan dengan media yang segar dan relevan. Salah satunya melalui media audio-visual. Hadirnya film Children of Heaven menjadi instrumen pembelajaran yang sangat strategis,” katanya.
Film yang mengisahkan perjuangan kakak beradik, Ali dan Zahra, yang bergantian memakai satu pasang sepatu karena hidup dalam keterbatasan ekonomi dinilai sarat nilai pengorbanan, tanggung jawab, empati, kerja keras, serta kasih sayang dalam keluarga.
Arief menegaskan bahwa pesan moral dalam Children of Heaven tidak hanya diperuntukkan bagi para pelajar. Film tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi para guru dan orang tua dalam mendidik anak-anak di tengah tantangan zaman.
“Pesan yang tersirat dalam film ini bukan hanya ditujukan bagi anak-anak kita. Pengalaman visual yang dihadirkan juga menjadi ruang refleksi penting bagi kita semua, baik guru maupun orang tua, agar terus menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pemutaran film seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan dilanjutkan dengan diskusi-diskusi positif di lingkungan sekolah.
“Jadikan momentum ini sebagai ruang diskusi positif antara guru dan3 murid di kelas untuk menumbuhkan budi pekerti yang mulia. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan, tetapi harus dirasakan, dicontohkan, dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Arief.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara moral.
Melalui kisah sederhana dalam Children of Heaven, nilai empati, pengorbanan, rasa syukur, dan kasih sayang diharapkan mampu tertanam kuat dalam diri para pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.


















