Terkini

Ribuan Massa Kepung DPRD Lumajang, Aksi Dukung Program MBG

3
×

Ribuan Massa Kepung DPRD Lumajang, Aksi Dukung Program MBG

Sebarkan artikel ini
MBG
Aksi damai pro MBG di depan kantor DPRD Kabupaten Lumajang.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Momentum liburan sekolah di Kabupaten Lumajang diwarnai aksi damai besar-besaran yang digelar sejumlah kelompok masyarakat pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (22/6/2026) pagi tadi. Ribuan massa yang mengatasnamakan masyarakat peduli program MBG berkumpul sejak pagi hari dan bersiap bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Lumajang.

Pantauan di lapangan, massa mulai memadati kawasan depan Stadion Semeru Lumajang sejak pukul 06.30 WIB. Mereka datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang dengan membawa atribut, spanduk, serta poster yang berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG yang menjadi salah satu program strategis nasional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang. Massa dijadwalkan bergerak menuju Kantor DPRD Lumajang untuk menyampaikan aspirasi terkait pentingnya keberlanjutan program MBG di Kabupaten Lumajang.

Besarnya jumlah peserta aksi diperkirakan akan berdampak pada arus lalu3 lintas di sekitar kawasan Stadion Semeru hingga Kantor DPRD Lumajang. Pengendara yang hendak melintas di jalur tersebut diimbau mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan.

“Aksi berlangsung secara damai. Namun karena jumlah peserta cukup besar, masyarakat pengguna jalan diharapkan menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terjebak kemacetan,” ujar salah seorang yang ikutan aksi.

Dukungan MBG Berhadapan dengan Gelombang Kritik. Di tengah mobilisasi massa yang cukup besar, aksi dukungan terhadap Program MBG justru memantik perdebatan luas di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan urgensi demonstrasi yang bertujuan mendukung program pemerintah tersebut.

Salah satunya datang dari akun media sosial milik Galang Arya Dwipa yang mengunggah kritik tajam terkait aksi tersebut.

“Terkesan anak-anak sekolah di Lumajang itu kekurangan gizi semua. Katanya ramai-ramai demo agar MBG berlanjut, sangat memalukan. Terkesan seolah warga Lumajang anaknya kekurangan makan jika tanpa ada MBG. Tidak berpikir sebelumnya sudah banyak anak yang keracunan karena MBG,” tulis Galang dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut langsung memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mendukung kritik tersebut dengan alasan program MBG masih perlu evaluasi menyeluruh, terutama terkait sejumlah kasus keracunan makanan yang sempat menjadi sorotan publik di berbagai daerah.

Namun sebagian lainnya menilai kritik tersebut tidak boleh mengaburkan tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi peserta didik dan menekan angka stunting.

Isu SPPG dan Dugaan Kepentingan Politik Ikut Mengemuka. Perdebatan semakin memanas setelah muncul komentar dari akun media sosial M Toha Gondrong yang menyoroti dugaan adanya kepentingan ekonomi dan politik di balik aksi tersebut.

“Skenario yang rapi. SPPG yang punya anggota DPRD, yang demo relawan MBG. Lucu-lucu,” tulisnya.

Komentar tersebut langsung menjadi bahan diskusi publik karena menyentuh isu sensitif mengenai pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana teknis Program MBG.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang menguatkan dugaan tersebut. Pihak-pihak yang disebut dalam komentar tersebut juga belum memberikan tanggapan resmi.

DPRD Diminta Dengarkan Semua Suara. Pengamat sosial Lumajang menilai fenomena ini menunjukkan bahwa Program MBG bukan lagi sekadar program pemenuhan gizi, melainkan telah berkembang menjadi isu sosial, ekonomi, dan politik yang menyedot perhatian publik.

“Di satu sisi ada kelompok masyarakat yang merasa program ini harus dipertahankan karena memberi manfaat langsung kepada siswa dan pelaku usaha lokal. Di sisi lain ada kelompok yang menuntut evaluasi akibat berbagai persoalan yang muncul di lapangan. DPRD harus mampu mendengar kedua suara ini secara proporsional,” ujarnya.

Aksi damai yang berlangsung di depan DPRD Lumajang hari ini diperkirakan menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar sepanjang tahun 2026 di Kabupaten Lumajang. Selain menjadi ajang penyampaian aspirasi, aksi tersebut juga menjadi cerminan kuatnya polarisasi pandangan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

Hingga berita ini diterbitkan, ribuan massa masih bersiap melakukan long march menuju Kantor DPRD Lumajang dengan pengawalan aparat keamanan guna memastikan aksi berjalan tertib, aman, dan kondusif.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60