BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026.
Kompetisi akademik paling bergengsi di tingkat perguruan tinggi tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 8 – 11 Juni 2026, di Kampus MERR-C UNAIR Surabaya.
Sebanyak 260 finalis terbaik dari 85 perguruan tinggi di seluruh Indonesia hadir untuk berkompetisi dalam 4 bidang lomba, yakni Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Mereka merupakan peserta yang berhasil melewati proses seleksi berjenjang dan ketat dari total 3.712 mahasiswa yang mengikuti seleksi wilayah pada Mei lalu.
Rektor UNAIR Muhammad Madyan mengatakan, penunjukan UNAIR sebagai tuan rumah ONMIPA-PT 2026 merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi nasional tersebut bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan momentum untuk memperkuat ekosistem keilmuan dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.
“Kepercayaan ini kami maknai sebagai amanah untuk menghadirkan kompetisi yang berkualitas, transparan, dan berkesan bagi para talenta muda terbaik bangsa,” ujarnya saat membuka ONMIPA-PT 2026 di Aula Garuda Mukti, Lantai 5 Kampus MERR-C, Senin (8/6).
Muhammad Madyan menegaskan, tantangan global yang dihadapi dunia saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, disrupsi kecerdasan buatan, dinamika ekonomi global, persoalan kesehatan, hingga isu keberlanjutan lingkungan menuntut hadirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan yang kuat.
Dalam konteks tersebut, matematika dan ilmu pengetahuan alam memiliki posisi strategis sebagai fondasi lahirnya berbagai inovasi. Karena itu, ONMIPA menjadi ruang penting untuk mengasah kemampuan analitis, daya nalar, serta kreativitas generasi muda dalam merespons berbagai persoalan masa depan.
“Perkembangan teknologi, disrupsi kecerdasan buatan, dinamika ekonomi global, tantangan kesehatan, hingga isu keberlanjutan lingkungan menghadirkan persoalan yang semakin kompleks. Di sinilah matematika dan ilmu pengetahuan alam memainkan peran yang sangat fundamental,” katanya.
Ia menilai para peserta yang berhasil menembus babak final merupakan representasi generasi unggul yang kelak berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi nasional.
Keberadaan mereka di ONMIPA bukan hanya sebagai peserta kompetisi, tetapi juga calon pemimpin intelektual yang akan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Mochammad Amin Alamsjah, menjelaskan bahwa masing-masing cabang lomba tahun ini diikuti 65 finalis.
Seluruh peserta akan menjalani rangkaian kompetisi yang dirancang untuk menguji kemampuan konseptual, ketelitian analisis, serta kapasitas pemecahan masalah pada tingkat lanjut.
Menurut Amin, UNAIR telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung dan infrastruktur kompetisi secara optimal guna memastikan seluruh tahapan berlangsung tanpa hambatan teknis. Selain aspek penyelenggaraan, integritas kompetisi juga menjadi perhatian utama panitia.
“Kami menyediakan fasilitas dan infrastruktur dengan zero kendala. Selain itu, kami berkomitmen menjaga fairness dan independensi selama kompetisi berlangsung,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, UNAIR menerjunkan tim mahasiswa terlatih yang bertugas mendampingi para dewan juri selama proses perlombaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi pelanggaran sekaligus memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam berkompetisi.
ONMIPA-PT selama ini dikenal sebagai salah satu wahana strategis pembinaan mahasiswa berprestasi di bidang sains dasar.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan akademik, tetapi juga ruang pertemuan bagi talenta-talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, serta memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.


















