Terkini

Warga Lumajang Rela Berjam-jam Antre Cetak Bakso di Hari Idul Adha

7
×

Warga Lumajang Rela Berjam-jam Antre Cetak Bakso di Hari Idul Adha

Sebarkan artikel ini
Cetak bakso
Suasana di lokasi penggilingan daging dan cetak bakso

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Suasana berbeda terlihat di sejumlah tempat penggilingan dan cetak bakso di Kabupaten Lumajang saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sejak pagi hingga malam, antrean warga membawa kantong berisi daging kurban tampak mengular. Bahkan, beberapa warga harus rela menunggu hingga berjam-jam demi mengubah daging kurban menjadi bakso siap santap.

Fenomena tahunan ini kembali terjadi. Lonjakan warga yang mencetak bakso dinilai bukan sekadar tradisi, melainkan juga gambaran perubahan pola konsumsi masyarakat saat Idul Adha.

Di sejumlah lokasi jasa penggilingan daging dan cetak bakso, antrean tampak padat. Mesin penggiling nyaris tidak berhenti beroperasi. Suara dentuman mesin bercampur hiruk-pikuk warga yang saling menunggu nomor antrean menciptakan suasana yang begitu ramai.

“Dari pagi sudah penuh. Bahkan ada yang datang sebelum tempat buka supaya dapat antrean awal,” ujar Suyanto, salah satu pemilik jasa cetak bakso di kawasan Kota Lumajang, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah pelanggan saat Iduladha tahun ini jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Dalam sehari, pihaknya mampu menerima puluhan hingga ratusan kilogram daging kurban dari masyarakat.

“Kalau hari biasa paling hanya beberapa orang. Sekarang hampir nonstop. Banyak warga lebih memilih dibuat bakso karena praktis dan bisa dimakan bersama keluarga,” ungkapnya.

Tidak sedikit warga mengaku rela antre lama demi mendapatkan hasil bakso yang sesuai selera. Mereka membawa daging sapi kurban lengkap dengan bumbu dan adonan tambahan.

Salah satu warga, Wati (61), mengaku sengaja datang sejak siang bersama keluarganya. Ia menyebut bakso menjadi menu favorit keluarga setiap Idul Adha.

“Kalau cuma dimasak biasa cepat bosan. Dibikin bakso lebih enak, anak-anak juga suka. Meski antre lama ya tetap dijalani,” ujarnya sambil menunggu giliran.

Namun di balik ramainya antrean, muncul sorotan terkait minimnya pengaturan antrean di beberapa lokasi jasa penggilingan. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi yang semrawut karena tidak adanya sistem nomor antrean yang jelas.

“Kadang ada yang nyelak antrean. Harusnya ada pengaturan lebih baik karena yang datang banyak sekali,” keluh Ayun, warga lainnya.

Fenomena membeludaknya antrean cetak bakso setiap Idul Adha juga dinilai menjadi indikator meningkatnya usaha mikro berbasis kuliner di Lumajang. Momen kurban menjadi ladang rezeki tersendiri bagi pelaku jasa pengolahan daging.

Pengamat sosial masyarakat Lumajang, Afu, menilai tradisi mencetak bakso dari daging kurban telah berkembang menjadi budaya baru masyarakat urban.

“Ini bukan sekadar soal makanan. Ada perubahan gaya hidup masyarakat. Daging kurban sekarang ingin diolah menjadi menu yang lebih praktis, modern, dan bisa dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan kebersihan dan higienitas tempat pengolahan daging di tengah tingginya permintaan masyarakat.

“Karena volumenya besar, pengelola harus memastikan alat tetap steril dan daging diproses dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan kesehatan,” tegasnya.

Hingga malam hari, antrean warga di sejumlah tempat cetak bakso di Kota Lumajang masih terjadi. Sebagian warga bahkan memilih menunggu hingga larut malam demi membawa pulang bakso olahan daging kurban untuk disantap bersama keluarga.

Di tengah gegap gempita Idul Adha 1447 H, antrean cetak bakso kini seolah menjadi potret lain wajah perayaan kurban di Lumajang: ramai, penuh antusias, sekaligus menunjukkan perubahan tradisi masyarakat modern.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60