Terkini

Warga Lumajang Kini Tak Perlu Antre Lama di Polres, SIM Keliling Hadir Setiap Hari di 4 Titik Kecamatan

733
×

Warga Lumajang Kini Tak Perlu Antre Lama di Polres, SIM Keliling Hadir Setiap Hari di 4 Titik Kecamatan

Sebarkan artikel ini
SIM keliling
Mobil SIM Keliling saat melayani masyarakat

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Di tengah keluhan masyarakat soal rumitnya pelayanan administrasi dan antrean panjang pengurusan surat kendaraan, langkah Polres Lumajang menghadirkan layanan SIM keliling.

Program ini dinilai menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang ingin memperpanjang SIM tanpa harus datang langsung ke kantor Satpas.

KBO Satlantas Inspektur Dua Polisi Eko Budi Laksono menegaskan bahwa pelayanan SIM keliling kini dilaksanakan setiap hari dengan lokasi berbeda agar mampu menjangkau masyarakat di sejumlah kecamatan.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari. Hari Senin di Alun-alun Pasirian, Selasa di Kecamatan Klakah, Rabu di depan Kantor Kecamatan Jatiroto, dan Kamis di Stadion Yosowilangun,” ujar Eko kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pelayanan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, tergantung jumlah pemohon yang datang setiap harinya. Program ini disebut sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat agar tidak terbebani jarak maupun waktu.

Namun di balik kemudahan tersebut, masyarakat tetap diminta memperhatikan sejumlah persyaratan administrasi. Pemohon wajib membawa fotokopi KTP dan SIM masing-masing tiga lembar, surat psikologi, serta surat keterangan sehat.

“SIM keliling ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C,” tegas mantan Kasi Humas Polres Lumajang tersebut.

Kehadiran layanan SIM keliling ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga mengaku terbantu karena tidak perlu meninggalkan pekerjaan terlalu lama hanya untuk mengurus perpanjangan SIM.

Sugianto, warga Pasirian, mengaku pelayanan seperti ini memang sudah lama diharapkan masyarakat bawah.

“Kalau harus ke kota kadang antre lama, ongkos juga keluar. Dengan SIM keliling ini lebih dekat dan cepat. Harapannya pelayanan seperti ini terus ditambah,” katanya saat ditemui awak media ini.

Hal serupa disampaikan Rina, warga Yosowilangun, yang menilai pelayanan jemput bola seperti ini jauh lebih efektif dibanding menunggu masyarakat datang ke kantor polisi.

“Ini baru pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Tinggal datang sesuai jadwal, syarat lengkap, langsung bisa diproses,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah warga juga berharap kualitas pelayanan tetap dijaga dan tidak hanya sekadar formalitas program. Transparansi biaya, kecepatan proses, hingga keramahan petugas menjadi sorotan utama masyarakat.

Pengamat pelayanan publik di Lumajang, Achmad, menilai langkah Satlantas ini patut diapresiasi, namun harus diikuti evaluasi berkala agar tidak muncul praktik percaloan maupun pungutan liar di lapangan.

“Program jemput bola seperti SIM keliling memang efektif. Tapi pengawasan internal harus ketat. Jangan sampai pelayanan publik yang sudah bagus justru dicederai oknum tertentu,” tegasnya.

Dengan hadirnya layanan SIM keliling di sejumlah kecamatan, masyarakat kini memiliki alternatif pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin modern dan transparan, program seperti ini menjadi ujian apakah institusi kepolisian benar-benar mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan nyata di lapangan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60