Pendidikan

SNBT 2026 UNAIR: 2.771 Peserta Lolos, Kedokteran Jadi Prodi Paling Ketat

16
×

SNBT 2026 UNAIR: 2.771 Peserta Lolos, Kedokteran Jadi Prodi Paling Ketat

Sebarkan artikel ini
Unair

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Perebutan kursi kuliah di Universitas Airlangga (Unair) pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berlangsung semakin kompetitif. Dari total 69.620 peserta yang mendaftar, hanya 2.771 calon mahasiswa yang berhasil dinyatakan lolos seleksi.

Pengumuman hasil SNBT tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers di Hall Lantai 1 Gedung Manajemen Kampus MERR-C UNAIR, Senin (25/5/2026).

Tingginya animo pendaftar kembali menempatkan UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi negeri dengan persaingan masuk paling ketat di Indonesia.

Rektor Muhammad Madyan menyebut jalur SNBT tahun ini tidak hanya mencerminkan kualitas akademik peserta, tetapi juga memperlihatkan semakin luasnya jangkauan UNAIR sebagai kampus nasional.

“Mahasiswa yang diterima berasal dari 32 provinsi. Ini menunjukkan UNAIR semakin dipercaya oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Dari total peserta yang lolos, sebanyak 470 mahasiswa diterima melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Menurut Prof Madyan, keberadaan jalur tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.

Dominasi peserta perempuan juga tampak pada hasil SNBT tahun ini. Sebanyak 64,42 persen mahasiswa yang diterima merupakan perempuan.

Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai Pulau Jawa hingga Papua Barat.

Pada jenjang sarjana, Program Studi S1 Kedokteran kembali menjadi magnet utama peserta SNBT. Tingkat keketatannya mencapai 3,11 persen atau menjadi salah satu program studi paling sulit ditembus di UNAIR.

Posisi berikutnya ditempati Program Studi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) dengan tingkat keketatan 3,67 persen. Sementara Program Studi Psikologi mencatat tingkat penerimaan sebesar 3,98 persen.

Persaingan lebih sengit justru terjadi pada rumpun vokasi. Program D3 Keperawatan menjadi program studi dengan tingkat penerimaan terendah, yakni hanya 1,15 persen. Sedangkan D4 Akuntansi Bisnis Digital mencatat tingkat keketatan sebesar 1,20 persen.

Dari sisi capaian akademik, Program Studi S1 Kedokteran juga kembali mencatat rerata nilai SNBT tertinggi untuk kelompok saintek dengan skor 730,45.

Pada kelompok soshum, Program Studi Akuntansi menjadi yang tertinggi dengan rerata nilai 684,33.

Sementara di jenjang vokasi, Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menempati posisi tertinggi dengan rerata nilai mencapai 659,76.

Prof Madyan menilai tingginya rerata nilai pada Program Studi Kedokteran menunjukkan kualitas peserta yang memilih UNAIR terus meningkat dari tahun ke tahun.

Persaingan yang ketat, kata dia, menjadi indikator kuat tingginya minat masyarakat terhadap program studi bidang kesehatan.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Achmad Solihin memastikan seluruh proses seleksi berlangsung ketat dan transparan.

Sejumlah langkah pengawasan diterapkan selama pelaksanaan SNBT guna mencegah praktik kecurangan.

“Pengawasan dilakukan sejak awal hingga akhir ujian, termasuk pemeriksaan metal detector dan verifikasi identitas peserta,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas proses seleksi sekaligus memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang adil dalam mengikuti SNBT 2026 di lingkungan Universitas Airlangga.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60