BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Laju operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya terus menunjukkan tren positif. Memasuki hari ke-11 penyelenggaraan musim haji 1447 H/2026 M, proses keberangkatan berjalan stabil, tertib, dan presisi waktu.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 1 Mei 2026, sebanyak 13.657 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci.
Angka tersebut setara dengan 31 persen dari total rencana pemberangkatan tahun ini yang mencapai 44.080 orang.
Total kuota tersebut terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU). Seluruhnya terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Secara kumulatif hingga 30 April 2026, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan tercatat 12.898 orang dalam 34 kloter. Sementara pada 1 Mei 2026, terdapat tambahan 759 jemaah dari dua kloter. Dengan demikian, total pemberangkatan hingga hari ke-11 mencapai 36 kloter.
Komposisi jemaah menunjukkan dominasi perempuan. Dari total yang telah berangkat, sebanyak 7.257 orang merupakan perempuan dan 6.400 lainnya laki-laki.
Di sisi operasional, PPIH mencatat adanya dinamika pergerakan jemaah. Terdapat 43 mutasi keluar yang berdampak pada 23 kursi kosong (open seat).
Faktor penyebabnya beragam, mulai dari jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 9 orang, kondisi hamil 1 orang, pendamping 4 orang, hingga penundaan keberangkatan sebanyak 6 orang.
Selain itu, terdapat 18 jemaah yang mengalami perpindahan kloter, serta 5 kursi kosong akibat alasan teknis.
Meski demikian, aspek ketepatan waktu penerbangan tetap terjaga optimal. Seluruh 32 kloter yang telah diberangkatkan tercatat memiliki On Time Performance (OTP) 100 persen, tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari soliditas koordinasi lintas sektor yang terbangun sejak awal operasional.
“Seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu. Ini menunjukkan kesiapan sistem serta komitmen petugas dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa aspek kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan layanan. Pemantauan dilakukan secara intensif, terutama bagi jemaah dengan kondisi khusus.
“Kami memastikan jemaah yang mengalami kendala kesehatan mendapatkan penanganan optimal. Mereka akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan laik terbang,” imbuhnya.
Saat ini, tercatat 13 jemaah mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Rinciannya, 9 orang dalam kondisi sakit dan 4 lainnya merupakan pendamping.
Di sisi lain, PPIH juga mengantisipasi lonjakan kedatangan jemaah. Pada 2 Mei 2026, dijadwalkan sebanyak 1.900 jemaah dari lima kloter akan masuk ke asrama haji.
Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Bojonegoro, Gresik, Malang, Kota Malang, Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Kota Madiun.
Dalam catatan PPIH, terdapat laporan satu jemaah wafat di Arab Saudi. Informasi detail terkait hal tersebut telah disampaikan sebelumnya melalui keterangan resmi.
Arus kedatangan dan keberangkatan jemaah diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan akselerasi fase awal operasional haji tahun ini.


















