BERITABANGSA.ID, KEDIRI – Kunjungan sosial Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 0809 Kediri, Dikes Dhavid Nur Hadiansyah, ke Rumah Bersama Kemanusiaan Gusdurian Mojokutho Pare, Jumat (1/5/2026), membuka fakta masih terbatasnya fasilitas penunjang bagi puluhan lansia yang dirawat secara swadaya oleh para relawan.
Rumah kemanusiaan yang berada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, itu saat ini menampung 51 lansia dengan dukungan hanya 10 relawan aktif yang bergantian merawat kebutuhan harian penghuni.
Di balik aktivitas pelayanan yang berjalan, berbagai kebutuhan dasar seperti mesin cuci berkapasitas besar, kasur layak pakai, dispenser, hingga kursi roda masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 0809 Kediri, Dikes Dhavid Nur Hadiansyah, mengatakan kunjungan tersebut memberi gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi rumah singgah lansia berbasis relawan.
“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, memang ada sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian bersama. Tempat ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masyarakat masih hidup, dan itu harus didukung,” ujar Ny. Dikes.
Ia menegaskan bantuan sosial yang disalurkan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurut dia, keberadaan rumah kemanusiaan seperti di Pare menunjukkan pentingnya kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan lembaga sosial.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban operasional. Ke depan tentu perlu sinergi lebih luas agar para lansia di sini mendapatkan fasilitas yang lebih layak,” katanya.
Koordinator Rumah Bersama Kemanusiaan Gusdurian Mojokutho Pare, Antok Renata atau Antok Mleber, mengungkapkan keterbatasan fasilitas selama ini menjadi tantangan terbesar dalam pengelolaan rumah singgah.
Sebagian besar peralatan yang digunakan sudah dipakai selama bertahun-tahun dan mulai mengalami penurunan fungsi.
“Beberapa alat memang sudah waktunya diganti. Tapi karena kami bergerak bersama relawan, semuanya bergantung pada bantuan para donatur,” kata Antok.
Ia mencontohkan sejumlah perlengkapan rumah tangga seperti alat memasak dan peralatan penunjang kebersihan sudah tidak lagi optimal.
Di sisi lain, kebutuhan alat bantu bagi lansia seperti kursi roda juga masih terbatas.
Antok menilai kunjungan Persit Kodim Kediri menjadi momentum penting karena perhatian yang diberikan datang tepat saat stok kebutuhan pokok mulai menipis.
“Bukan hanya bantuan sembako, tetapi kehadiran beliau yang langsung berbaur dengan para simbah memberi semangat tersendiri bagi penghuni dan relawan,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Persit juga mendorong pengembangan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan kosong di area rumah kemanusiaan.
Gagasan itu dinilai menjadi langkah strategis agar rumah singgah tidak sepenuhnya bergantung pada donasi.
Bagi para relawan, perhatian yang datang membuka harapan bahwa persoalan minimnya fasilitas di rumah lansia swadaya tak lagi luput dari perhatian publik.


















