BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Upaya memperkuat keamanan berbasis masyarakat terus digencarkan Mabes Polri. Salah satunya melalui kunjungan kerja Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, ke kawasan Rungkut Mapan Barat (RMB), RW 08, Rabu malam (15/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda nasional Baharkam setelah sebelumnya menyasar sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Palembang, hingga Medan.
Fokus utamanya adalah memastikan implementasi polisi masyarakat atau polmas berjalan optimal, khususnya melalui penguatan pos keamanan lingkungan atau poskamling.
Dalam arahannya, Kalingga menegaskan bahwa poskamling bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Poskamling ini milik bersama. Kuncinya ada pada sinergi tiga pilar, yakni kepala desa atau lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan warga.
Menurutnya, setiap program di tingkat kelurahan maupun desa harus dibicarakan secara kolektif dengan tiga pilar sebagai garda terdepan.
“Kalau ada program dari lurah atau kepala desa, silakan dikomunikasikan dengan tiga pilar. Ini bentuk keterbukaan pemerintah kepada masyarakat,” lanjutnya.
Kalingga menyebut, kekompakan antara aparatur dan masyarakat akan melahirkan rasa simpati dan empati sosial. Dari situ, stabilitas keamanan dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Kekuatan keamanan itu berawal dari desa dan kelurahan. Isu apa pun, kalau tiga pilar solid bersama masyarakat, insyaallah bisa diatasi,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pemanfaatan teknologi dalam sistem keamanan lingkungan. Koordinasi, kata dia, tidak lagi bisa mengandalkan cara konvensional.
“Tiga pilar harus memanfaatkan gadget. Bentuk forum komunikasi atau gunakan aplikasi agar informasi cepat tersampaikan dan terarah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kalingga juga menyinggung lomba poskamling tingkat nasional yang akan digelar dalam waktu dekat. Berbeda dari sebelumnya, penilaian tidak lagi berfokus pada aspek fisik.
“Sekarang bukan bangunannya yang utama, tapi sistem, metode, dan kekuatan personel di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kunjungannya ke Rungkut Mapan Barat bertujuan melihat langsung kesiapan satkamling dalam menjaga keamanan lingkungan secara partisipatif.
“Ini bagian dari upaya menghadirkan negara sampai tingkat desa dan kelurahan. Bhabinkamtibmas harus menjadi representasi polisi penolong yang mengayomi, melayani, dan melindungi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Rungkut Mapan Barat, Harijanto, menyambut kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja warganya dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami merasa terhormat karena dipilih menjadi lokasi kunjungan. Ini menjadi motivasi bagi kami, apalagi menjelang lomba satkamling tingkat nasional pada Juni mendatang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sistem keamanan di wilayahnya telah berjalan terstruktur. Satkamling beroperasi selama 24 jam dengan dukungan teknologi yang memadai.
“Di sini ada 117 CCTV yang terpasang di berbagai titik. Selain itu, kami juga membangun komunikasi aktif melalui grup yang melibatkan RT, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Satpol PP,” paparnya pada Beritabangsa.id.
Menurutnya, kekuatan utama bukan hanya pada perangkat, tetapi keterlibatan warga secara kolektif.
“Kami merangkul semua unsur. Keamanan bukan tugas satu pihak, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menjelang lomba nasional, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan tiga pilar, termasuk menyiapkan pelatihan bagi anggota satkamling.
“Kami akan maksimalkan persiapan, baik dari sisi SDM maupun sistem. Dukungan warga menjadi faktor utama,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Nur Syahputra, Kasubditbinkamsa Kombes Pol Dheny Dariady, Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Eko Santoso, serta perwakilan Polrestabes Surabaya melalui Kasatbinmas AKBP Diyana Suci Listyawati beserta jajaran.


















