Pendidikan

Kemendiktisaintek Dorong Arsiparis Kampus Kuasai AI Lewat Workshop Nasional di Surabaya

19
×

Kemendiktisaintek Dorong Arsiparis Kampus Kuasai AI Lewat Workshop Nasional di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Kemendiktisaintek

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kembali menggelar workshop benchmarking program tendik berdampak bidang Arsiparis di Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung di Harris Hotel Gubeng itu diikuti ratusan tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, Selasa, (7/4/2026).

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang kini memasuki tahap ketiga. Sebanyak 385 peserta terpilih dari tujuh bidang strategis ambil bagian dalam upaya penguatan kapasitas tenaga kependidikan di tengah tuntutan transformasi digital.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa tenaga kependidikan tidak lagi bisa diposisikan sebatas pelaksana administratif.

Dalam lanskap pendidikan tinggi yang kian terdigitalisasi, tendik dituntut beradaptasi dengan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

“Tenaga kependidikan hari ini tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga bertindak sebagai lokomotif perbaikan sistem. Di dunia digital, kita dituntut bekerja lebih cerdas dan meninggalkan cara-cara lama,” ujar Brian.

Ia menilai, peran tendik kerap luput dari sorotan, padahal menjadi fondasi dalam menjaga kualitas tata kelola perguruan tinggi.

Tanpa dukungan tendik yang profesional dan adaptif, agenda peningkatan daya saing pendidikan tinggi akan sulit dicapai.

Workshop ini juga diarahkan untuk membangun jejaring antartenaga kependidikan lintas kampus. Brian berharap, forum semacam ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada kolaborasi konkret di tingkat institusi.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga, Ardianto, menyoroti pentingnya peran arsiparis dalam ekosistem informasi modern.

Ia mengatakan, keberadaan data yang akurat dan terkelola dengan baik menjadi tulang punggung pengambilan keputusan institusi.

“Di era informasi saat ini, institusi sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya dan basis data yang akurat. Oleh karena itu, peran arsiparis sangatlah penting dan strategis,” ujarnya.

Menurut Ardianto, kegiatan ini semestinya tidak hanya dimaknai sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai ruang benchmarking untuk mengukur kapasitas sekaligus menyerap praktik terbaik dari berbagai institusi.

Sementara itu, Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi Universitas Airlangga, Radian Salman, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara kementerian dan perguruan tinggi.

Ia menyebut penunjukan Universitas Airlangga sebagai mitra penyelenggara bidang arsiparis bukan tanpa alasan. Tata kelola arsip di kampus tersebut dinilai telah memenuhi standar yang dibutuhkan untuk menjadi rujukan nasional.

“Program ini adalah kolaborasi kementerian dengan Universitas Airlangga yang memiliki peran sangat penting dalam tata kelola perguruan tinggi, yakni bagaimana meningkatkan kapasitas dan profesionalitas arsiparis,” kata Radian.

Ia menambahkan, forum ini dirancang untuk menjawab tantangan disrupsi digital yang berdampak langsung pada sistem kearsipan. Targetnya mencakup peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, hingga pemecahan persoalan nyata di bidang kearsipan.

Dalam lima hari pelaksanaan, peserta diharapkan tidak hanya menyerap materi, tetapi juga merumuskan pendekatan baru dalam pengelolaan arsip yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Inovasi di bidang kearsipan, dalam konteks ini, menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi berbasis data.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60