BERITABANGSA.ID, SURAKARTA – Program Studi Hukum melaksanakan kegiatan benchmarking internasional di Multimedia University (MMU) Kampus Melaka, Kamis (2/4/2026). Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB atau 10.00 waktu setempat itu menjadi langkah strategis dalam penguatan mutu pendidikan tinggi hukum di era transformasi digital global.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan kolaboratif sebagai bagian dari komitmen institusi merespons perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi praktik dan pembelajaran hukum.
Benchmarking mengusung tema “Pengembangan Kurikulum Program Studi Hukum dengan Integrasi Inovasi Digital.”
Tema ini dipilih sebagai respons terhadap perubahan profesi hukum yang kini tidak hanya membutuhkan kemampuan konvensional, tetapi juga penguasaan teknologi digital, legal tech, serta kemampuan analisis berbasis data.
Kurikulum hukum pun dituntut adaptif dengan pendekatan multidisipliner yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat global.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mencakup pemaparan kurikulum Program Studi Hukum di MMU, diskusi metode pembelajaran berbasis teknologi, hingga eksplorasi peluang kerja sama akademik. MMU dikenal memiliki pendekatan inovatif dalam pengembangan pendidikan hukum berbasis digital, seperti integrasi e-learning, simulasi peradilan digital, serta pemanfaatan teknologi dalam riset hukum.
Delegasi Program Studi Hukum memperoleh wawasan komprehensif terkait praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum berbasis digital.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan soft skills mahasiswa hukum, mulai dari kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, hingga etika penggunaan teknologi.
Hal tersebut dinilai penting untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja global.
Rektor sekaligus Founder Universitas Duta Bangsa Surakarta, Assoc. Singgih Purnomo, menegaskan benchmarking internasional ini merupakan bagian dari strategi penguatan kualitas pendidikan berbasis global.
“Transformasi digital menuntut perguruan tinggi untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman. Melalui benchmarking ini, kami ingin memastikan Prodi Hukum mampu melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Senada, Dosen Fakultas Hukum Universitas Duta Bangsa Surakarta, KRA Suratno Pradotodiningrat, menambahkan bahwa integrasi inovasi digital dalam kurikulum hukum menjadi kebutuhan mendesak.
“Mahasiswa hukum ke depan harus memahami legal tech, analisis data, serta praktik hukum berbasis digital. Benchmarking ini memberikan gambaran konkret bagaimana kurikulum dapat disusun lebih modern dan relevan dengan kebutuhan global,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, kerja sama internasional antar perguruan tinggi diharapkan terus berkembang, tidak hanya pada pertukaran informasi, tetapi juga program konkret seperti pertukaran mahasiswa, joint research, hingga pengembangan kurikulum bersama. Hasil benchmarking tersebut diharapkan menjadi landasan penting dalam merancang kurikulum Program Studi Hukum yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era digitalisasi hukum.


















