BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Gelombang peminat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Airlangga (Unair) menunjukkan eskalasi tajam. Hampir 30 ribu peserta tercatat mengikuti seleksi, menciptakan tingkat persaingan yang kian ketat di kampus tersebut.
Rektor Madyan menegaskan bahwa lonjakan jumlah pendaftar menjadi sinyal kuat meningkatnya reputasi institusi di mata publik.
“Tingginya peminat menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Universitas Airlangga,” ujarnya pada Selasa (31/3/2026).
Secara rinci, jumlah pendaftar mencapai 29.947 orang yang memperebutkan 2.430 kursi. Dengan demikian, tingkat keketatan berada di angka 8,11 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa hanya sebagian kecil peserta yang mampu menembus seleksi berbasis prestasi tersebut.
Dari proses seleksi, sebanyak 2.506 peserta dinyatakan diterima atau setara 103,1 persen dari daya tampung. Kebijakan ini mencerminkan adanya ruang afirmasi dalam mengakomodasi kandidat dengan capaian akademik unggul.
Komposisi mahasiswa yang diterima juga menunjukkan dimensi inklusivitas. Sebanyak 806 mahasiswa atau 32,2 persen merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
Sementara itu, dominasi perempuan terlihat signifikan dengan jumlah mencapai 1.890 orang atau 75,5 persen.
Dari sisi asal wilayah, mahasiswa yang lolos seleksi berasal dari 38 provinsi hingga luar negeri. Jawa Timur tetap menjadi penyumbang terbesar dengan 1.754 mahasiswa atau sekitar 70,02 persen.
Jawa Tengah menyusul dengan 7,07 persen, Jawa Barat 4,59 persen, dan DKI Jakarta 3,11 persen. Pada level kota, Surabaya menjadi kontributor utama dengan 483 mahasiswa.
Persaingan paling ketat tercatat pada program studi S1 Kedokteran dengan tingkat keketatan 0,03. Program studi ini diikuti oleh Teknik Biomedis serta D4 Teknologi Laboratorium Medik yang sama-sama memiliki rasio penerimaan sangat kecil dibanding jumlah peminat.
Selain itu, Ilmu Komunikasi, Farmasi, dan Kebidanan juga masuk dalam kategori program studi favorit. Tingginya minat tidak selalu berbanding lurus dengan kapasitas yang tersedia, sehingga meningkatkan tingkat selektivitas.
Karakteristik peminat turut menunjukkan pola yang menarik. Program studi Kebidanan mencatat 100 persen mahasiswa perempuan.
Sementara Keperawatan dan Teknologi Laboratorium Medik juga didominasi perempuan dengan proporsi di atas 90 persen.
Fenomena lain yang mencuat adalah keberagaman profil mahasiswa. Tercatat peserta termuda berusia 14 tahun 7 bulan yang diterima di program studi Farmasi.
Selain itu, terdapat pula pasangan kembar yang sama-sama berhasil lolos seleksi, baik pada program studi identik maupun berbeda.
Distribusi sekolah asal memperlihatkan 1.219 sekolah berhasil mengantarkan siswanya lolos ke Universitas Airlangga melalui jalur SNBP.
“Ini menunjukkan bahwa akses pendidikan semakin merata dan tidak terpusat pada sekolah tertentu saja,” tambah Madyan.
Ia juga mengingatkan bahwa peserta yang telah dinyatakan eligible pada SNBP tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes sebelum hasil akhir diumumkan.
“Pengumuman SNBP dilakukan hari ini pukul 15.00 WIB,” pungkasnya.


















