Pendidikan

Dua Siswa SMA Khadijah Surabaya Raih Golden Ticket Unair 2026, Ini Kisah Perjuangannya

175
×

Dua Siswa SMA Khadijah Surabaya Raih Golden Ticket Unair 2026, Ini Kisah Perjuangannya

Sebarkan artikel ini
SMA Khadijah
Qurina Dewi Baroro, Luluk Zakiyah, Guru BK dan M. Allen Semesta Takbir Kuswindaryanto, saat menerima Golden Ticket Unair. (Foto: Mwd, Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa sekolah menengah di Kota Pahlawan. Dua siswa dari SMA Khadijah Surabaya berhasil menembus ketatnya seleksi Golden Ticket 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga (Unair). Mereka adalah Qurina Dewi Baroro dan M. Allen Semesta Takbir Kuswindaryanto.

Qurina, mantan Ketua OSIS SMA Khadijah, diterima pada program studi S1 Ilmu Ekonomi. Sementara Allen memilih jalur akademiknya di S1 Sosiologi. Keduanya menjadi bagian dari 68 kandidat terpilih dari ribuan peserta di seluruh Indonesia.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan intensif pihak sekolah. Guru BK SMA Khadijah, Luluk Zakiyah, yang mendampingi keduanya saat menerima Golden Ticket, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian anak didiknya.

Ia menuturkan bahwa Qurina dikenal sebagai sosok dengan rekam jejak organisasi dan akademik yang kuat. Selain pernah menjabat sebagai Ketua OSIS, Qurina juga aktif mengikuti berbagai kompetisi, termasuk ajang Olympiade Sains Airlangga (OSA). Hal serupa juga ditunjukkan Allen yang memiliki konsistensi nilai akademik serta prestasi di ajang yang sama.

“Anak-anak ini luar biasa dalam prosesnya. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga memperkuat doa dan mentalitas. Ini hasil dari kerja keras siswa, dukungan guru, dan kesempatan yang diberikan oleh Unair,” ujar Luluk.

Bagi Qurina, Golden Ticket bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan buah dari perjalanan panjang sejak awal masa SMA. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak kelas 10, baik dari sisi nilai maupun pengalaman lomba.

“Saya sangat bersyukur karena merasa dimudahkan jalannya. Dari awal saya sudah menetapkan pilihan hanya di Ilmu Ekonomi. Saya memperbanyak doa, aktif ikut lomba, dan membangun relasi agar punya banyak kesempatan berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Allen menggambarkan perjalanannya sebagai proses yang penuh dinamika. Ia sempat mengalami keraguan hingga kehilangan kepercayaan diri terhadap pilihan jurusannya. Namun, dorongan dari guru BK menjadi titik balik yang menentukan.

“Saya sempat berada di fase tidak yakin, bahkan jatuh. Tapi kemudian saya diyakinkan bahwa usaha itu hanya sebagian kecil, sisanya adalah mindset, keyakinan, dan doa. Dari situ saya bangkit dan akhirnya bisa meraih Golden Ticket,” jelas Allen.

Capaian ini sekaligus mempertegas posisi SMA Khadijah sebagai salah satu institusi pendidikan yang konsisten mencetak siswa berprestasi. Tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan daya juang.

Yayasan Khadijah Surabaya sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang telah lama berkontribusi dalam dunia pendidikan di Jawa Timur.

Di bawah naungan yayasan ini, berbagai unit pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah dikembangkan dengan pendekatan integratif antara ilmu pengetahuan dan pembinaan akhlak.

Kultur pendidikan yang dibangun menekankan keseimbangan antara prestasi akademik, penguatan spiritual, serta pengembangan kepemimpinan siswa.

Hal ini tercermin dari banyaknya lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang matang dan adaptif dalam menghadapi tantangan global.

Keberhasilan Qurina dan Allen menjadi representasi dari ekosistem pendidikan tersebut, di mana sekolah tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat pembentukan visi dan ketangguhan generasi muda.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60