BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaring talenta terbaik bangsa melalui skema Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Beragam jalur penerimaan serta peluang beasiswa diperkenalkan kepada publik dalam agenda Media Strategic Forum ITS 2026 yang digelar di Surabaya, Rabu malam (11/3/2026).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Nurul Widiastuti, menjelaskan bahwa pada tahun ini ITS membuka tiga jalur utama penerimaan mahasiswa baru untuk program sarjana dan vokasi.
Ketiga jalur tersebut meliputi Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur seleksi mandiri yang terdiri atas dua skema berbeda.
Secara umum, pelaksanaan SNBP dan SNBT mengikuti jadwal nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Di luar jalur nasional tersebut, ITS menyediakan seleksi mandiri melalui dua skema, yakni Seleksi Mandiri ITS dengan Prestasi atau SMITS FLAT dan Seleksi Mandiri ITS dengan Tes atau SMITS ACE.
Pendaftaran SMITS FLAT dijadwalkan berlangsung pada 21 April hingga 6 Mei 2026. Jalur ini memberikan ruang bagi calon mahasiswa untuk menunjukkan capaian akademik maupun nonakademik yang telah diraih selama masa sekolah, termasuk nilai rapor sebagai komponen penilaian utama.
Sementara itu, SMITS ACE dibuka pada 12 Mei hingga 3 Juni 2026. Berbeda dengan jalur prestasi, seleksi ini menitikberatkan pada tes tulis berbasis komputer yang dilaksanakan secara luring di kampus ITS.
Guru Besar Departemen Kimia ITS tersebut juga memaparkan daya tampung mahasiswa baru pada program reguler tahun akademik 2026. Jalur SNBP menyediakan 1.639 kursi, SNBT sebanyak 2.503 kursi, sedangkan seleksi mandiri disiapkan 3.018 kursi.
“Totalnya mencapai 7.160 kursi untuk program sarjana dan diploma empat,” ujar Nurul.
Selain jalur reguler, ITS juga memperluas eksposur internasional melalui International Undergraduate Program (IUP). Pada jalur ini, ITS menyediakan daya tampung 380 kursi yang dibuka dalam tiga gelombang pendaftaran.
Gelombang pertama telah berlangsung pada 12 Januari hingga 25 Februari 2026. Selanjutnya, gelombang kedua akan dibuka pada 1 April sampai 6 Mei 2026, sedangkan gelombang ketiga dijadwalkan pada 3 Juni hingga 30 Juni 2026.
Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi, ITS juga menghadirkan berbagai skema beasiswa bagi calon mahasiswa.
Pada jenjang sarjana, tersedia Beasiswa Garuda yang memfasilitasi program joint degree dan double degree dengan sejumlah perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Melalui skema tersebut, ITS menyediakan sedikitnya sepuluh program joint degree dan double degree pada jalur IUP yang dibiayai penuh oleh Beasiswa Garuda.
Program ini dirancang untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Sementara itu, pada jenjang pascasarjana ITS menawarkan beragam pilihan pendanaan pendidikan. Beberapa di antaranya meliputi Beasiswa Patriot, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Global Excellent Scholarship (GES), Beasiswa Unggulan ITS, Beasiswa Fast-D ITS, Beasiswa PDDI, Beasiswa Pradoktoral, serta Beasiswa Angka Nitisastro.
Melalui berbagai skema penerimaan dan dukungan pembiayaan tersebut, ITS juga menautkan pengembangan pendidikan tinggi dengan agenda global pembangunan berkelanjutan atau United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin keempat tentang pendidikan berkualitas serta upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi berbagai lapisan masyarakat.


















