BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Jam pelajaran siswa SD hingga SMP di Kabupaten Jombang bakal dipersingkat selama Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini diterapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan, namun siswa tetap nyaman menjalankan ibadah puasa.
Penyesuaian jadwal itu tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang (Disdikbud).
Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari mengatakan, siswa SD dan SMP akan kembali aktif masuk sekolah mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026, setelah libur awal puasa pada 18-20 Februari.
“Selama Ramadan, kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Namun menggunakan jadwal khusus agar siswa tetap bisa belajar dengan nyaman dan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” kata Wor, Jumat (20/2/2026) siang.
Dalam aturan itu, durasi jam pelajaran ikut dipangkas. Untuk jenjang SD, satu jam mata pelajaran yang biasanya berlangsung normal dipersingkat menjadi 25 menit. Sementara untuk siswa SMP, setiap jam pelajaran menjadi 30 menit.
Tak hanya itu, Disdikbud juga menetapkan hari efektif fakultatif pada 9-17 Maret 2026. Pada periode ini, sekolah akan mengisi kegiatan dengan aktivitas keagamaan.
Bagi siswa Muslim, kegiatan diisi tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, hingga kajian keagamaan. Sedangkan siswa non-Muslim dianjurkan mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
Wor meminta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi waktu belajar meski durasi dipersingkat.
“Kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan edaran ini dengan baik, sehingga pembelajaran selama Ramadan tetap optimal, sekaligus mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik,” pungkasnya.


















