Daerah

Ketua RW Kompak Dukung Festival Ramadan Tompokersan 2026

19
×

Ketua RW Kompak Dukung Festival Ramadan Tompokersan 2026

Sebarkan artikel ini
Festival Ramadan
Forum rapat RW bersama Lurah Tompokersan.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Festival Ramadan Tompokersan 2026 mendapat sambutan hangat dari para Ketua RW di Kelurahan Tompokersan. Kegiatan yang baru kali pertama digelar ini dinilai menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi warga sekaligus ruang kebersamaan selama bulan suci.

Dukungan itu mengemuka dalam pertemuan warga yang digelar pada Senin (16/2/2026) tadi malam dan dipandu langsung oleh Lurah Tompokersan, Heyin Krida Laksono.

Dalam forum tersebut, dipaparkan latar belakang hingga konsep besar kegiatan yang akan berlangsung mulai 21 Februari hingga 17 Maret 2026 di Jalan Gubernur Suryo, Embong Kembar ujung sebelah timur.

“Ini adalah konsep Sinergi Bareng Mbangun Lingkungan (Si Bali), ajak Masyarakat untuk Bersama-sama membangun lingkungannya,” ungkap mantan Lurah Ditotrunan ini.

Mashuri, salah satu perwakilan RW di Kelurahan Tompokersan, mengaku antusias menyambut kegiatan tersebut. Ia bahkan mendorong warganya yang memiliki produk olahan untuk ikut serta membuka stand.

“Kami sangat mendukung. Ini kesempatan bagus untuk warga kami yang punya usaha olahan makanan atau produk rumahan supaya lebih dikenal. Saya pribadi siap mengajak warga ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Menurut Mashuri, selama ini banyak pelaku usaha kecil di lingkungan RW yang belum memiliki ruang promosi yang layak. Festival ini dinilai bisa menjadi panggung pertama bagi mereka.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ramadan Tompokersan 2026, Sudarmoko, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat perubahan warga sendiri.

“Saya ini lahir dan besar di Tompokersan. Saya ingin tempat kelahiran saya berubah dari sisi pemberdayaan ekonomi mikro. Jangan sampai warga hanya jadi penonton di kampung sendiri,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Moko itu menambahkan, pihaknya sebagai Pemuda Tompokersan tidak berorientasi pada keuntungan.

“Kami tidak mencari keuntungan dari kegiatan ini. Biaya dari peserta sangat minim, sementara perlengkapan dan peralatan yang kami siapkan cukup representatif. Ini murni demi masyarakat Tompokersan,” jelasnya.

Ia berharap Festival Ramadan ini tidak berhenti pada tahun pertama saja.

“Semoga ini bisa rutin kami laksanakan setiap tahun. Kalau konsisten, dampaknya pasti terasa bagi UMKM dan ekonomi warga,” tambahnya.

Selain bazar 100 stand UMKM, pasar sembako murah, kegiatan sosial bagi takjil, santunan anak yatim piatu, dan cek kesehatan, panitia juga akan menggelar lomba patrol keliling sebagai bagian dari rangkaian acara. Lomba tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan sekaligus menjaga tradisi lokal selama Ramadan.

“Selain itu, untuk menarik pengunjung, kami siapkan music live religi dengan konsep berganti setiap harinya,” tutup Moko.

Dengan dukungan para Ketua RW, pemerintah kelurahan, dan partisipasi warga, Festival Ramadan Tompokersan 2026 diproyeksikan bukan sekadar ajang bazar, melainkan gerakan bersama membangun ekonomi dari tingkat paling bawah lingkungan sendiri.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60