Terkini

Tokoh Agama Soroti Peran Strategis Masjid di Era Informasi

22
×

Tokoh Agama Soroti Peran Strategis Masjid di Era Informasi

Sebarkan artikel ini
Tokoh Agama
Gus Nawawi saat memberikan tausiyah.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Tokoh agama Gus Nawawi menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, dan pusat informasi dan komunikasi masyarakat.

Demikian disampaikan kepada jamaah usai salat Jumat, Sabtu (14/2/2026), di Lumajang.

Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis karena menjadi titik berkumpul masyarakat lintas latar belakang sosial, usia, dan profesi.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital yang tidak selalu terverifikasi, masjid dapat berperan sebagai ruang penyaring informasi yang sehat, edukatif, dan menenangkan.

Ia menekankan bahwa pengurus masjid dan tokoh masyarakat perlu aktif memanfaatkan mimbar keagamaan sebagai sarana literasi sosial.

Bukan hanya menyampaikan pesan spiritual, tetapi juga edukasi terkait isu kemasyarakatan, ekonomi umat, hingga kewaspadaan terhadap hoaks yang berpotensi memecah belah.

Gus Nawawi juga menyoroti fenomena menurunnya interaksi sosial langsung akibat dominasi komunikasi digital. Ia mengingatkan bahwa masjid dapat menjadi ruang dialog publik yang membangun solidaritas warga, tempat musyawarah, sekaligus pusat penyelesaian persoalan sosial secara damai.

Secara kritis, ia menilai selama ini fungsi sosial masjid belum dimaksimalkan. Banyak masjid masih terbatas pada kegiatan ritual, padahal dalam sejarah peradaban Islam, masjid berperan sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, hingga distribusi kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah jamaah yang hadir. Mereka menilai gagasan menjadikan masjid sebagai pusat komunikasi masyarakat relevan dengan kondisi saat ini, terutama untuk memperkuat kohesi sosial di tingkat lingkungan.

Pengamat sosial keagamaan menilai wacana tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang memerlukan ruang komunikasi publik berbasis nilai moral. Jika dikelola dengan baik, masjid berpotensi menjadi pusat informasi terpercaya di tengah maraknya disinformasi digital.

Dorongan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa revitalisasi fungsi masjid tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan peran takmir, program edukasi jamaah, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah.

Dengan pendekatan tersebut, masjid dapat kembali menjadi simpul peradaban masyarakat, bukan sekadar simbol keagamaan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60