Terkini

Antisipasi Lonjakan Angleb 2026, KAI Daop 8 Surabaya Simulasi Tanggap Darurat

18
×

Antisipasi Lonjakan Angleb 2026, KAI Daop 8 Surabaya Simulasi Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
KAI Daop 8

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memperkuat kesiapan operasional dengan menggelar simulasi tanggap darurat.

Kegiatan ini sebagai langkah strategis perusahaan dalam memastikan keselamatan perjalanan kereta api di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Simulasi digelar di Stasiun Surabaya Pasarturi dan melibatkan jajaran petugas operasional KAI Daop 8 Surabaya dari berbagai fungsi.

Kegiatan diawali apel kesiapan, pemberian safety induction, serta penyampaian arahan teknis guna memastikan seluruh peserta memahami prosedur, alur komando, dan tanggung jawab masing-masing dalam situasi darurat.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan simulasi itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang konsisten dan berkelanjutan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran (Angleb) yang memiliki tingkat risiko operasional lebih tinggi dibanding hari biasa.

Menurut Mahendro, lonjakan volume perjalanan pelanggan menuntut kesiapan petugas yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga teruji secara teknis dan lapangan.

Simulasi menjadi sarana penting untuk memastikan respons petugas berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 8 Surabaya menguji empat skenario utama yang berpotensi terjadi dalam operasional perkeretaapian.

Keempat skenario tersebut meliputi penanganan anjlokan kereta, kebakaran sarana, evakuasi penumpang dan pegawai, serta proses normalisasi jalur pascakejadian.

Setiap skenario dirancang untuk mengukur ketepatan pengambilan keputusan, efektivitas komunikasi antarfungsi, serta kejelasan pembagian peran di lapangan.

Melalui simulasi ini, KAI juga mengevaluasi kesesuaian prosedur yang telah ditetapkan dengan kondisi riil di lapangan.

Mahendro menambahkan, simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara berkala tidak semata-mata bersifat seremonial, melainkan menjadi instrumen evaluasi menyeluruh terhadap sistem kesiapsiagaan perusahaan.

Dari simulasi tersebut, KAI dapat mengidentifikasi potensi kendala operasional sekaligus melakukan penyempurnaan terhadap prosedur penanganan keadaan darurat.

Ia menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI, terlebih pada masa Angkutan Lebaran yang ditandai dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan kepadatan penumpang.

Kesiapan petugas, keandalan sarana, serta ketepatan prosedur menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api.

Di akhir ia menyebut, melalui kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya memastikan seluruh aspek operasional dalam kondisi siap dengan berbagai kemungkinan, sehingga layanan kereta api tetap berjalan aman, andal, dan nyaman bagi masyarakat selama Angleb 2026.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60