BERITABANGSA.ID, SURABAYA – The Capital Hotel Surabaya menutup tahun 2025 dengan menyuguhkan pengalaman perayaan malam pergantian tahun bertajuk Monochrome Party, Rabu malam, (31/12/2025).
Konsep dua warna hitam dan putih dipilih sebagai simbol refleksi sekaligus optimisme dalam menyongsong tahun baru 2026.
Perayaan malam tahun baru tersebut dikemas dengan sentuhan khas Nusantara, baik dari sisi konsep acara maupun sajian kuliner.
Para tamu dan undangan dimanjakan dengan beragam hidangan tradisional yang merepresentasikan kekayaan kuliner Indonesia, hasil kreasi dapur The Capital Hotel.
Menu yang disajikan mencakup aneka masakan dan jajanan khas Nusantara, mulai dari sambelan, gado-gado, bakso, lontong kikil, tahu campur, siomay, hingga jajanan tempo dulu.
Ragam hidangan tersebut tidak hanya menjadi suguhan kuliner, tetapi juga menghadirkan nostalgia sekaligus mempertegas identitas kuliner lokal di tengah suasana perayaan modern.
Selain sajian makanan, rangkaian acara turut dimeriahkan dengan hiburan musik, permainan interaktif, serta berbagai game berhadiah yang melibatkan langsung para tamu sebagai peserta.
Konsep ini dirancang untuk menciptakan suasana hangat, partisipatif, dan berkesan bagi seluruh pengunjung hotel.
Manager The Capital Hotel Surabaya, Nanang Mardiono, mengatakan tema Monochrome Party dipilih sebagai bentuk refleksi atas perjalanan selama 2025 sekaligus penegasan semangat baru untuk 2026.
Menurutnya, warna hitam dan putih melambangkan rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih serta tekad untuk terus bergerak maju.

“Kami memaknai tahun 2026 dengan semangat baru untuk membangun kinerja yang lebih baik. Hitam dan putih merepresentasikan keseimbangan antara refleksi dan harapan, agar cita-cita yang ingin dicapai dapat terwujud,” ujar Nanang.
Dari sisi kinerja bisnis, Nanang mengungkapkan bahwa The Capital Hotel Surabaya mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Jika dibandingkan dengan 2024, terjadi peningkatan kinerja lebih dari 20 persen.
Capaian tersebut, kata Nanang, menjadi modal penting untuk menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026 melalui optimalisasi segmen pasar baru.
Terkait konsep kuliner malam tahun baru, Nanang menyebut seluruh menu merupakan hasil kreativitas Chef Eko bersama timnya.
Sajian yang ditampilkan tidak hanya mengangkat masakan Nusantara, tetapi juga memadukan cita rasa Eropa dan kuliner khas Surabaya, termasuk sentuhan masakan Madura.
“Ini mencerminkan kreativitas tanpa batas dari tim dapur kami. Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang beragam namun tetap berakar pada kekayaan lokal,” kata Nanang.
Dalam memajukan The Capital Hotel Surabaya, Nanang menegaskan bahwa kepuasan tamu menjadi prioritas utama. Ia menekankan pentingnya pemahaman kerja yang baik dan suasana kerja yang positif di kalangan karyawan sebagai fondasi pelayanan prima.
“Untuk membuat tamu merasa puas, karyawan harus terlebih dahulu merasa bahagia. Mulai dari proses check-in, sarapan di restoran, kebersihan kamar, hingga keramahan dalam menyambut tamu, semua detail harus diperhatikan,” ujarnya.
Nanang berharap, memasuki 2026, seluruh jajaran The Capital Hotel Surabaya dapat menghadapi berbagai tantangan dengan sikap yang lebih optimistis dan positif.
Dengan semangat baru tersebut, ia yakin kualitas pelayanan dan kinerja hotel akan melampaui capaian tahun sebelumnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















