BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Sejumlah wali murid SMA Negeri 1 Baureno mengeluhkan dugaan pungutan dari pihak sekolah saat pengambilan raport pada Jumat, 19 Desember 2025 lalu. Dugaan itu mencuat setelah salah satu wali murid yang enggan disebut namanya memutar rekaman suara yang diduga berisi penyampaian Kepala Sekolah terkait permintaan sumbangan kepada wali murid.
Dalam rekaman suara berdurasi lebih dari satu menit tersebut, sosok yang diduga kepala sekolah menyampaikan permintaan sumbangan dengan total nilai sebesar Rp1.800.000 dan dapat diangsur setiap bulan. Alasan penarikan dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan area parkir sekolah.
“Insyaallah parkiran itu akan saya tembuskan sampai ke belakang, tapi dengan catatan panjenengan juga harus ikut nyumbang,” ucapnya .
Selain itu, dalam rekaman tersebut juga disampaikan rincian sumbangan lainnya, di antaranya uang OSIS sebesar Rp380.000 per tahun. Terdapat pula penyebutan sumbangan pengembangan sebesar Rp95.000, yang kemudian disampaikan dapat digenapkan menjadi Rp100.000.
“Sumbangan uang pengembangan Rp95.000, tetapi kalau mau digenapkan Rp100.000 njeh monggo,” lanjut suara dalam rekaman tersebut.
Adanya permintaan sumbangan tersebut menuai keluhan dari sejumlah wali murid yang menilai nominal yang disampaikan cukup memberatkan. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penarikan sumbangan tersebut tidak disertai dengan surat resmi dari pihak sekolah.
Dia juga mengaku sempat mempertanyakan apakah sumbangan tersebut bersifat wajib atau tidak. Namun, penjelasan yang diterimanya justru menimbulkan kebingungan.
“Kepala sekolah menyampaikan itu kesepakatan wali murid. Tapi ketika saya tanyakan, kalau memang kesepakatan berarti boleh kurang dari Rp1.800.000, ternyata tidak diperbolehkan,” ujarnya.
Sementara Itu, saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Baureno melalui sambungan Whatsappnya mengaku jika penarikan sumbangan kepada wali murid tersebut berawal dari pertanyaan dari orang tua yang ingin menyumbang. Dari pertanyaan tersebutlah kemudian pihak sekolah mempersilahkan.
“Awalnya ada pertanyaan dari orang tua yang mau menyumbang saya persilahkan,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















