BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Menanggapi keluhan antara pasien pada oknum dokter Puskesmas Ngumpakdalam, yang diduga akibat salah mendiagnosis pasiennya hingga mengakibatkan pasien mengalami keguguran, mendapat tanggapan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati, Kamis (18/12/2025).
Kadinkes Ninik Susmiati mengatakan pada awak media ini, pasien (CA) memeriksakan kondisi kehamilannya di Puskesmas Ngumpakdalam dan ditangani langsung oleh Kepala Puskesmas.
“Saat pemeriksaan pasien lupa kapan tepatnya, masa datang bulan yang terakhir sebelum dinyatakan positif hamil, jika perhitungan usia kandungan antara 11 hingga 12 minggu atau kurang sehingga janin masih belum kelihatan dan dokter meminta pasien untuk kembali dua minggu lagi. Akhirnya pasien berpikir melihat itu dokter menyarankan pasien untuk ke dokter spesialis,” ucapnya.
Selanjutnya, pasien melakukan pemeriksaan kembali ke dokter spesialis Obgyn.
Menurutnya, kemungkinan janin tidak terlihat karena keterbatasan alat untuk melakukan Ultrasonografi (USG), dan dokter di Puskesmas sudah menyarankan untuk kembali dua minggu mendatang agar bisa dipastikan janin bisa terlihat.
“Jika pasien memeriksakan kondisi kandungannya di dokter spesialis jelas ada meskipun masih terlihat kecil karena di Rumah Sakit alat untuk melakukan USG sudah canggih yang 4 dimensi, sedangkan yang ada di Puskesmas hanya yang dua dimensi. Memang terdetek saat diperiksa di Rumah Sakit lalu pasien mengalami flek hingga periksa RS Bayangkara dan disarankan untuk kuret,” paparnya.
Dalam tindakan kuret pasien mengajukan pengobatan memakai BPJS Kesehatan namun syaratnya harus mengikuti peraturan. Namun, pasien memilih dokter tertentu untuk melakukan tindakan sehingga menyalahi aturan tercantum.
“Pasien minta ditangani dokter pilihannya dan meminta bius general atau bius total padahal aturannya di BPJS tindakan kuret hanya dikafer memakai bius lokal,” ungkap Kadinkes.
Setelah ada keluhan pasien, Dinkes telah meminta dokter yang bersangkutan untuk mendatangi dan meminta maaf, terkait keluhan pasien ke oknum dokter Puskesmas Ngumpakdalem.
“Kami sudah meminta dokter untuk mendatangi rumah pasien guna meluruskan kesalahpahaman yang terjadi,” tandasnya.


















