Terkini

Oknum Dokter Puskesmas Ngumpakdalem Diduga Maldiagnosis, Pasien Keguguran

276
×

Oknum Dokter Puskesmas Ngumpakdalem Diduga Maldiagnosis, Pasien Keguguran

Sebarkan artikel ini
Puskesmas
Gedung Puskesmas Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Diduga oknum Puskesmas Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro salah mendiagnosis hingga mengakibatkan pasiennya mengalami keguguran.

Hal ini bermula saat korban (CA) memeriksakan kehamilannya pada (9/12/2025) yang sebelumnya telah memeriksakan ke dokter Obgyn di Rumah Sakit wilayah Kota Bojonegoro pada (14/11/2025).

CA menjelaskan bahwa guna mendapatkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu di Puskesmas.

“Jadi saat saya memeriksakan anak saya di Posyandu, saya disarankan untuk melakukan Ultrasonografi (USG) di Puskesmas karena sedang ada kuota pemeriksaan. Ya karena saran itu makanya saya melakukan USG di Puskesmas,” tuturnya.

Lanjutnya, saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Ngumpakdalem oknum dokter tersebut mengatakan kuat dugaan CA tidak hamil dan detak jantung janin saat diperiksa tidak ada.

“Waktu memeriksa dokter dengan nada kasar bilang kalau kehamilan kosong dan tidak ada detak jantung, hanya ada kantung janin. Saat saya jawab jika pemeriksaan di dokter spesialis Obgyn sebelumnya janin ada dan memang masih kecil sudah berjalan enam Minggu tapi dengan nada ketus, dokter puskesmas bilang, jika itu kan di dokter lama beda dengan disini dan saya tidak mau tahu diagnosa dokter lain,” lanjutnya.

Mengetahui kondisi kehamilannya dengan diagnosis tidak sesuai harapan CA merasa kecewa dan sedih hingga membuat kehamilannya mengalami pendarahan dan mengakibatkan keguguran.

“Setelah mendengar diagnosis hamil kosong serta dokter mengatakan telah banyak pasiennya yang mengalami hal serupa atau hamil kosong tindakan selanjutnya, dokter itu bilang harus melakukan kuret. Dari ucapan dokter Puskesmas tersebut saya langsung drop, kepikiran hingga timbul flek dan harus melakukan tindakan kuret,” ungkap CA.

Hingga berita ini ditayangkan pihak bersangkutan serta Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro saat dihubungi awak media ini belum memberikan tanggapannya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60