BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi melantik tiga wakil rektor periode 2025–2030 dalam upacara yang digelar pada Sabtu (1/11/2025).
Momentum ini menjadi awal baru bagi Unusa untuk memperkuat transformasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas tata kelola menuju universitas berkelas dunia.
Tiga pejabat baru yang dilantik masing-masing adalah Ahmad Rusdiansyah, sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, dan Transformasi Digital, Muhammad Yusak Anshori, sebagai Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Keuangan, Aset, dan Perencanaan; serta Bambang Sektiari Lukiswanto, sebagai Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, Hubungan Eksternal, dan Pemeringkatan Global.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Mohammad Nuh, menegaskan pergantian kepemimpinan merupakan bagian alami dari proses pembelajaran organisasi yang matang.
Ia mengapresiasi jajaran pimpinan sebelumnya atas kontribusi besar dalam mengantarkan Unusa tumbuh pesat di Jawa Timur.
“Pemimpin boleh berganti, tapi semangat membangun Unusa harus terus hidup. Estafet kepemimpinan adalah bagian dari proses menuju kematangan institusi,” ujar Nuh.
Dalam arahannya, M Nuh menekankan pentingnya sinergi, kekompakan, dan keharmonisan antar elemen universitas sebagai kunci keberhasilan.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan inovasi digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Unusa.
“Tidak ada yang lebih berharga daripada kekompakan. Kemajuan hanya bisa dicapai jika ada keselarasan pemikiran, keharmonisan hubungan, dan kesatuan langkah,” tegasnya.
Selain itu, mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 2009–2014 itu mengingatkan bahwa dunia pendidikan harus berorientasi pada mahasiswa (student-oriented). Prinsip “student first” dan “improving student experience” menurutnya wajib menjadi dasar setiap kebijakan akademik.
“Mahasiswa harus menjadi pusat perhatian. Semua program harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman belajar mereka, agar berkembang tidak hanya secara akademik, tapi juga sosial,” jelasnya.
M Nuh juga menyoroti capaian Unusa yang kini telah masuk dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings, sebuah prestasi penting bagi universitas muda di Indonesia.
“Alhamdulillah, di usia baru 13 tahun, Unusa sudah berada di peringkat 1.300+ THE Impact Rankings. Ini bukti bahwa dunia internasional mulai memperhatikan Unusa. Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berbenah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari reputasi akademik, tetapi juga kemampuan lulusannya dalam memasuki dunia kerja.
“Tugas universitas adalah menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing secara global. Employability menjadi ukuran nyata keberhasilan pendidikan tinggi,” pesannya.
Pelantikan para wakil rektor baru ini diharapkan memperkuat arah strategis Unusa dalam mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, dengan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















