BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), turun langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yakni SPBU Pelita dan SPBU Kedungjajang, Jumat (31/11/2025).
Langkah cepat ini dilakukan setelah muncul keluhan masyarakat terkait dugaan BBM oplosan dengan etanol yang berpotensi merusak mesin kendaraan bermotor.
Salah satu warga Kecamatan Yosowilangun, Slamet, mengaku sempat khawatir lantaran motornya sering “endut-endutan” usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite.
“Dulu nggak seperti ini, akhir-akhir ini sering endut-endutan. Takutnya mogok di jalan,” ujarnya kepada media ini, Minggu (2/11/2025).
Hal senada disampaikan Wawan, warga Sukodono, yang mengalami kendala saat melintas di Jalan tol menuju Malang.
“Mobil tiba-tiba nggak mau diajak menyalip, seperti bahan bakarnya kotor atau tersumbat. Akhirnya saya menepi,” ungkapnya ketika dihubungi lewat HP.
Menanggapi keresahan warga tersebut, Bunda Indah langsung memerintahkan tim untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Dalam sidak, ia meninjau tangki penyimpanan, alat ukur, serta hasil keluaran dispenser di dua SPBU tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa BBM di SPBU Pelita dan Kedungjajang tidak tercampur air maupun etanol, dan kualitas Pertalite masih sesuai standar yang berlaku.
“Kami ingin masyarakat merasa aman. Bahan bakar yang dijual di Lumajang tetap sesuai standar, dan pemerintah bertanggung jawab menjaga kualitas pelayanan publik,” tegas Bunda Indah.
Lebih lanjut, Bupati berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum jelas sumbernya. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait temuan BBM oplosan di SPBU wilayah Lumajang.
“Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pemerintah. Kami akan menindaklanjutinya dengan cepat,” ujarnya.
Bunda Indah menegaskan bahwa kegiatan sidak bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga edukasi publik agar masyarakat ikut berperan dalam menjaga transparansi pelayanan energi.
“Pengawasan kualitas BBM bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat,” sergahnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap kepercayaan publik terhadap pelayanan energi terus meningkat. Masyarakat diimbau tetap tenang dan yakin bahwa pemerintah hadir untuk memastikan mutu serta keamanan distribusi BBM di daerah.
Dengan pengawasan berkelanjutan, warga Lumajang kini bisa merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas, karena kebutuhan energinya dijamin oleh pemerintah yang tanggap, responsif, dan transparan.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















