Ekonomi dan Bisnis

Bupati Setyo Wahono Resmikan Gedung Pusat BPR Bank Daerah Bojonegoro

15
×

Bupati Setyo Wahono Resmikan Gedung Pusat BPR Bank Daerah Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
Bupati dan Wabup Bojonegoro kompak resmikan gedung pusat BPR Bank Bojonegoro

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, resmi punya gedung baru. Gedung pusat yang terletak di Jalan Veteran berdiri megah dengan 6 lantai menambah kesan mewah. Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Setyo Wahono, Jumat (24/10/2025).

Pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Maulana Yasin saat kesempatan pidatonya memberikan apresiasi langsung atas kesuksesan perusahan milik daerah ini tidak hanya itu, dia juga menjuluki BPR Bank Daerah Bojonegoro sebagai bank yang “kebanyakan duit”.

Turut hadir dalam perhelatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur Utama, jajaran Direksi dan Komisaris BPR Bank Daerah Bojonegoro, seluruh direktur BUMD setempat, kepala OPD, camat, para kepala desa, mitra pengusaha, dan perwakilan nasabah, serta tokoh masyarakat.

Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Bojonegoro, Sutarmini menceritakan dengan sangat bangga, bahwa bank ini berdiri modal dasar sejak berdiri hingga kini sebesar Rp400 miliar. Lebih dari setoran awal yang ditempatkan sebesar Rp210 miliar.

Dari tahun ke tahun, perusahaan keuangan ini mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah, yang jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

“Semoga dengan gedung baru ini layanan kami kepada masyarakat bisa lebih baik, dan kepercayaan masyarakat kepada kami bisa lebih meningkat,” ungkapnya Sutarmini.

Dia juga menambahkan bahwa Anggaran gedung baru ini, menggunakan anggaran investasi dari BPR Bank Daerah Bojonegoro yang telah disetujui oleh para pemegang saham pada 2024 dan anggaran 2025. Pagu anggaran gedung senilai Rp25 miliar.

“Tahapan pembanguan gedung ini dimulai sejak 2022. Hingga peletakan batu pertama oleh Pj Bupati Adriyanto pada 13 November 2024. Pembangunan gedung memakan waktu 10 bulah hingga rampung,” jelasnya

Selanjunya, seluruh proses pembangunan telah sesuai dengan peraturan perundangan dengan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Dijelaskan pula, bahwa gedung kantor pusat BPR Bank Daerah Bojonegoro berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi, terdiri 6 lantai. Di atas lantai 6 terdapat rooftop. Beragam fasilitas melengkapi gedung ini. Antara lain halaman parkir yang luas, ruang tunggu prioritas, galeri UMKM, dan ATM.

“Ada pula fasilitas ibadah berupa masjid dua lantai dan Hall Haryo Matahun yang bisa disewa untuk umum,” kata Sutarmini.

Sementara itu, Plt Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan I, Kantor OJK Provinsi Jatim, Maulana Yasin, mewakili Kepala OJK Jatim, memberikan pujian kepada BPR Bank Daerah Bojonegoro atas langkah strategis sebagai perseroda dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membangun gedung yang megah.

Dalam catatan OJK Jatim, Bank Daerah Bojonegoro memiliki kinerja yang baik. Ini terlihat pada triwulan ke tiga, total aset meningkat hingga 11,82 persen secara years on years (YoY). Peningkatan ini jauh melampaui peningkatan aset Jatim secara keseluruhan, karena peningkatan aset Jatim ada di 4,6 persen.

“Jadi kontribusi BPR Bank Daerah untuk peningkatan aset di Bojonegoro cukup signifikan, doble digit. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan dana pihak ke tiga, yang cukup luar biasa. Yakni 47,20 persen,” tuturnya.

Meski begitu, Maulana juga menyoroti Loan to Deposit Ratio, yakni perbandingan antara penyaluran kredit dengan dana pihak ke tiga yang cukup tinggi. Karena berada di persentase rasio 232, 09 persen. Dia melihat rasio maksimalnya yang ideal ada di 90-94 persen.

“La ini sampai 232 persen, kebanyakan duit ini (BPR Bank Daerah Bojonegoro) Pak Bupati,” imbuh Maulana mengarah ke Bupati Setyo Wahono.

Sebaliknya, kenaikan penyaluran kredit masih di bawah double digit, yakni di 9,22 persen. Maulana mendorong agar penyaluran kredit ditingkatkan, terutama pada UMKM. Ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lebih daripada kredit konsumtif.

Terkait permodalan, Maulana juga membahas Rasio CAR atau Capital Adequacy Ratio, yaitu perbandingan kebutuhan modal yang tinggi. BPR Bank Daerah berada di 71,16 persen. Rasio ini cukup kuat jika dibandingan dengan ketentuan OJK yang hanya 12 persen. Karena ada support Rp210 miliar bupati.

“Kami harap selain dapat membantu pemerintah daerah menyukseskan program, kami juga berharap gedung baru ini dapat meningkatkan pelayanan dan kepercayaan dari masyarakat,” ucap Maulana.

Di tempat yang sama, pada pidatonya Bupati Setyo Wahono menyatakan sangat bangga dengan pertumbuhan BPR Bank Daerah Bojonegoro.

Dia juga mengaku paham seluk beluk perbankan dikarenakan pernah merasakan menjadi karyawan bank. Bupati Setyo Wahono mengibaratkan siap menjadi tenaga marketing.

“Atas prestasi BPR Bank Daerah Bojonegoro yang luar biasa, kami wajib berterima kasih kepada pendahulu kami, para bupati terdahulu, karena atas perjuangan mereka, BPR bisa sampai sebesar ini,” lanjut Bupati Setyo Wahono.

Pria asli Desa Dolokgede Tambakrejo ini berharap, gedung baru BPR Bank Daerah Bojonegoro dapat menjadi semangat perjuangan untuk memperbaiki dan menata ekonomi kerakyatan, terutama sektor UMKM.

“Kami juga berharap, BPR Bank Daerah Bojonegoro mampu memberikan kontribusi yang positif untuk PAD Bojonegoro,” tandasnya

Peresmian gedung Kantor Pusat BPR Bank Daerah Bojonegoro ditandai dengan peletakan telapak tangan bersama para pemangku kepentingan. Dilanjutkan dengan menggunting pita di depan pintu masuk gedung baru, dan penandatanganan prasasti oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60