Pendidikan

Unusa Gelar SN-PKM, Dorong Perguruan Tinggi Berdampak Nyata

11
×

Unusa Gelar SN-PKM, Dorong Perguruan Tinggi Berdampak Nyata

Sebarkan artikel ini
Unusa

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SN-PKM) yang memasuki tahun kelima pada 2025.

Gelaran tahunan ini mengusung tema, mewujudkan perguruan tinggi berdampak melalui integrasi program pengabdian dan inovasi teknologi.

Tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas keyakinan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial melalui tri dharma perguruan tinggi.

Rektor Unusa, Profesor Achmad Jazidie, menegaskan perguruan tinggi harus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Menurutnya, makna berdampak tidak cukup berhenti pada konsep atau hilirisasi semata, tetapi pada kontribusi nyata yang dirasakan publik.

“Kontribusi perguruan tinggi harus hadir melalui inovasi teknologi maupun ide-ide cemerlang dalam sains. Dari situ masyarakat akan melihat peran nyata perguruan tinggi,” ujarnya dalam sambutan.

Senada dengan itu, Ketua Penyelenggara SN-PKM 2025, Muhammad Afwan Romdloni, menambahkan, pengetahuan harus bertransformasi menjadi inovasi agar memiliki daya guna luas.

“Pengabdian yang berdampak lahir dari pengetahuan yang terus berkembang dan mampu berinovasi,” katanya.

Tahun ini, SN-PKM menghadirkan 101 pemakalah dari 14 perguruan tinggi di berbagai daerah, mulai dari Malang, Semarang, Makassar, Jambi, Samarinda, hingga Bali. Sebanyak 57 persen makalah membahas isu kesehatan, disusul pendidikan (18 persen), pemberdayaan komunitas (12 persen), teknologi (7 persen), serta bidang lainnya.

Sebagai penguatan akademik, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan sejumlah jurnal terakreditasi SINTA.

Dukungan industri turut memperkaya makna kolaborasi dalam SN-PKM 2025. Corporate Secretary PT Pelindo Petikemas, RM. Widyaswendra, menekankan pentingnya kemitraan industri dengan perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa.

“Industri tanpa kolaborasi dengan instansi pendidikan itu seperti kehilangan arah. Dengan kerja sama, banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan bersama,” jelasnya.

Pelindo sendiri telah menjalin kerja sama dengan Unusa, salah satunya dalam penyediaan air bersih bagi pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi tersebut lahir dari kebutuhan industri terhadap solusi atas kenaikan air laut yang berdampak pada perawatan dermaga.

Sejumlah penelitian perguruan tinggi mengonfirmasi bahwa degradasi air tanah menjadi faktor utama, sehingga pengelolaan air menjadi fokus strategis bersama.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, mencatat bahwa kolaborasi Unusa dan Pelindo Petikemas telah memberi manfaat kesehatan bagi 115.966 jiwa.

“Industri membutuhkan pengakuan ilmiah, yang hanya bisa diberikan perguruan tinggi. Teknologi Mobile Water Treatment and Incinerator Unusa menjadi salah satu contoh peluang kolaborasi yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi, tetapi juga menunjukkan kontribusi industri dalam pembangunan sosial.

Teknologi Mobile Water Treatment and Incinerator yang dihasilkan dari kerja sama Unusa dan PT Pelindo Terminal Petikemas kini telah menjangkau pelosok negeri, menghadirkan solusi konkret sekaligus nilai tambah bagi perusahaan, perguruan tinggi, dan masyarakat.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60