Terkini

Dunia di Antara Dua Paha, Ini Respon Pemerhati Sosial Asal Madiun

25
×

Dunia di Antara Dua Paha, Ini Respon Pemerhati Sosial Asal Madiun

Sebarkan artikel ini
Madiun
Rahmat (48) , seorang pemerhati sosial asal Madiun (Foto : Nawan,Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, MADIUN – Fenomena prostitusi masih menjadi luka sosial yang sulit disembuhkan. Kini praktiknya terselubung. Ada yang menempel ruang karaoke, pijat refleksi, hingga aplikasi online.

Sungguh menjadi sisi kehidupan tersendiri, di antara dua paha. Ironisnya dunia penuh risiko itu masih ramai diminati.

Praktiknya kian rapi. Melibatkan jaringan yang lebih kompleks. Dari rakyat jelata hingga kelompok kaya. Mulai pekerja hingga mandor.

“Banyak pekerja setelah gajian langsung lari ke tempat hiburan malam. Uang habis di karaoke atau pijat plus, pulangnya tanpa sisa,” ujar Ragil, pekerja bangunan.

Jelas sudah, bahwa fenomena ini adalah problem moral, dan sosial. Ketahanan keluarga terganggu, kesehatan terancam, bahkan memicu perceraian rumah tangga.

Sayangnya, aparat masih sering setengah hati menindak. Di balik tempat hiburan resmi, tersembunyi layanan plus-plus.

Menurut Rahmat, pemerhati sosial masyarakat Madiun, fenomena ini tidak bisa dilihat sebatas masalah individu.

“Ini adalah masalah struktural. Ada kemiskinan, ada gaya hidup konsumtif, ada lemahnya pengawasan. Semua itu membuka ruang bagi dunia gelap ini untuk terus eksis,” tegas Rahmat

“Sesungguhnya hal ini mencerminkan sisi gelap masyarakat yang haus akan hiburan instan,” ujarnya.

Namun praktik haram ini dianggap biasa dan tetap dicari. Bak sisi mata uang, dia akan terus hidup di antara penolakan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60