BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Pedagang Pasar Grosir Sayur Porong masih menghadapi kendala meskipun mereka telah melunasi cicilan lapak. Buku pegangan lapak, yang seharusnya menjadi bukti kepemilikan setelah pelunasan, belum juga diberikan kepada pedagang.
Rasa kecewa pedagang bertambah karena tidak ada penjelasan dari pihak yang berwenang alasan tidak diberikannya buku lapak meskipun pedagang sudah melunasi kewajibannya.
Salah satu pedagang, SI mengungkapkan, sejak pertama pembangunan lapak Grosir Sayur Porong, tepatnya pada 2022 lalu, pihaknya telah membeli dua petak lapak. Untuk satu petak lapak dengan berukuran 2,5 kali 4 meter persegi tersebut dibeli dengan harga Rp38 juta per petak stand.
Saat itu ia bersama bapaknya yang merupakan pedagang lama disitu. Dari dua lapak yang dibeli, satu lapak dibayar cash dan satunya dibayar dengan cara mengangsur ke Bank milik pemkab Sidoarjo yakni Delta Artha.
Namun demikian, ia meminta Buku Lapak yang sudah di bayar cash itu untuk segera diberikan, namun saat itu pihak pengelola pasar menyanggupi satu tahun baru jadi.
“Saya waktu itu tanya, kepada pengelola untuk lapak yang sudah saya bayar cash Buku Lapaknya kapan. Kata petugasnya satu tahun lagi diberikan. Tapi sampai saat ini belum diberikan,” ungkapnya Sabtu, (13/9/2025).
Selain itu, ia juga ingin balik nama lapaknya dari sebelumnya atas nama Almarhum bapaknya menjadi namanya sendiri. Namun dengan belum di terbitkannya Buku Lapak dari pihak Dinas Pasar proses balik nama terkendala baginya.
“Iya saya sebagai pedagang disini juga bingung Buku Lapaknya dimana, seperti apa prosedurnya, padahal sudah lunas. Hingga tahun 2025 ini dua lapak saya lho sudah lunas keduanya,” imbuh IS.
Hal senada juga disampaikan oleh SH, Ia mengaku membeli lapak dengan cara di angsur, namun dipertengahan sudah di lunasi. Ketika ditanyakan pada pihak pegawai pasar janjinya akan segera dikasihkan buku lapaknya, tapi sampai hari ini buku lapak tak kunjung diberikan.
“Saya juga sudah lunas mas, dijanjikan sama pihak pegawai pasar akan segera dikasihkan buku lapaknya, tapi sampai sekarang buku itu tak kunjung diberikan,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Utama (Dirut) Bank Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja selaku pembiaya berdirinya Pasar Grosir sayur Porong dan penampung pembayaran lapak, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa pedagang yang sudah lunas masih sedikit sehingga buku lapaknya belum bisa dibagikan.
“Masih sebagian kecil mas yang lunas, nanti kalau sudah setengah lebih Insyaallah segera dibagi. Pasti kami koordinasi selalu dengan Disperindag,” jelasnya singkat.


















