BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bojonegoro, mengelar Baitul Maal Madani dan santunan anak yatim, di aula kantor di Jalan dr Suharso nomor 34 Kota Bojonegoro, Jumat (12/9/2026).
Hadir di acara itu Kepala Cabang PNM Bojonegoro Roni Dwi Ariyanto didampingi jajaran manajet, kepala unit PNM Bojonegoro-Tuban, dan puluhan anak yatim.
Roni Dwi Ariyanto, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam acara ini. Dia menekankan pentingnya meneladani sifat Nabi Muhammad SAW seperti kepemimpinan, kasih sayang, dan akhlak mulia.
Kegiatan ini wujud komitmen sosial, untuk menyisihkan sebagian rezeki, santunan anak yatim, bentuk kepedulian kepada masyarakat di Bojonegoro.
Dia berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi semua pihak dan menjadi inspirasi untuk selalu berbuat baik.
“PNM mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang berkontribusi mewujudkan acara itu. Dengan semangat Maulid Nabi, PNM Bojonegoro berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kiai Misbahul Muin, dalam ceramahnya menceritakan soal kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan perbedaan maulud dan maulid.
Bahwa Maulid adalah hari lahir, sedangkan Maulud adalah waktu Nabi Muhammad SAW lahir, perbedaan Maulid, Maulud, dan Milad.
“Maulid Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial,” jelasnya.
Dia lantas menambahkan sebutan Maulud yakni Waktu Nabi Muhammad SAW lahir, yaitu bulan Rabiul Awal. Hal itu berbeda dengan Milad, jika milad yaitu memperingati Ulang Tahun, yang berbeda dengan Maulid dan Maulud.
Kiai Misbahul Muin juga menekankan pentingnya menjaga sejarah peradaban Nabi Muhammad SAW agar tidak dibelokkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Kiai Misbahul Muin, juga menyinggung acara haul untuk ulama, peringatan kematian, waktu dan tahun.
“Tema tausiyah kali ini sangat relevan dengan contoh dan harapan Nabi Muhammad SAW, terutama terkait dengan kepedulian terhadap anak yatim dan para janda. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap kaum lemah dan selalu memberi makan bagi janda dan anak yatim setiap hari,” bebernya.
Dalam kesempatan ini Kiai Misbahul Muin berpesan bahwa tidak ada manusia di dunia yang mampu dan bisa seperti Nabi Muhammad SAW. “Beliau adalah makhluk paling agung dan mulia di dunia,” tegasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















