BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Wakil Ketua LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI), Bram, mengancam akan melaporkan kasus dugaan pemotongan dana BOS madrasah.
Dia merasa prihatin, karena praktik seperti itu masih saja terjadi. Pihaknya, mengaku mendapat laporan dari pelaku pendidikan sendiri.
“Kita akan investigasi, kemudian klarifikasi kepada KKM sejauh mana laporan itu kebenarannya,” ujar Bram, Senin malam (4/8/2025).
Bram menegaskan, jika nantinya ditemukan bukti kuat terkait praktik pemotongan dan aliran dana yang tidak semestinya, LBSI akan segera melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum (APH) agar diusut tuntas.
“Kami ingin agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi. Transparansi dan keadilan di sektor pendidikan adalah harga mati,” tegasnya.
Dugaan pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS) oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) mencuat ke permukaan. Ironisnya, praktik ini menyasar semua tingkatan mulai dari madrasah ibtidaiyah (MI), tsanawiyah (MTs) hingga aliyah (MA), di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.
Dari laporan itu dugaan pemotongan dilakukan mencapai Rp50 ribu per siswa. Jika asumsi jumlah siswa madrasah mencapai 50 ribu anak, maka dana yang terkumpul bisa mencapai Rp2,5 miliar.
Diduga hasil pemotongan itu mengalir ke instansi tertentu, termasuk ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag), bernilai miliaran rupiah.
Besaran dana BOS madrasah 2025 bervariasi, tergantung jenjang pendidikan. Untuk Raudhatul Athfal (RA) sebesar Rp600 ribu per siswa per tahun, MI berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1,96 juta, MTs antara Rp1,1 juta hingga Rp2,39 juta, dan MA sebesar Rp1,5 juta per siswa per tahun. Dana ini disalurkan secara bertahap setiap triwulan melalui sistem aplikasi SIMS Kemenag dan portal BOS resmi Kementerian Agama.
Menanggapi dugaan ini, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, Faisol, belum memberikan keterangan resmi. Namun pihaknya akan segera menanyakan langsung kepada KKM terkait dugaan itu.
Kasus ini pun menuai sorotan luas dari masyarakat, khususnya para orang tua siswa dan penggiat pendidikan, yang berharap agar dana pendidikan digunakan sepenuhnya untuk kemajuan dan kesejahteraan siswa madrasah, bukan untuk kepentingan pihak tertentu.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















