BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi menggelar Festival Geopark Bojonegoro 2026. Acara bergengsi ini mengusung tema “Syukuran Hasil Panen dan Festival Belimbing” dan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (7–8 November 2026) di kawasan Agro Wisata Kebun Belimbing, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas (Kadin) Disbudpar Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina menjadi bagian penting dari penilaian UNESCO Global Geopark. Oleh karena itu, potensi pertanian lokal seperti belimbing dan produk UMKM desa terus didorong untuk menjadi tradisi tahunan yang ikonik.
“Festival Geopark fokus pada Festival Belimbing ini akan terus kita laksanakan di tahun-tahun mendatang sebagai salah satu event kebanggaan dan unggulan Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.
Adapun penyelenggaraan Festival Belimbing Jelajah Geopark ini memiliki sejumlah maksud dan tujuan strategis, di antaranya, sebagai penguatan Promosi Geopark. Yaitu memperkuat citra Bojonegoro sebagai destinasi wisata berbasis geologi, alam, dan lingkungan yang diakui dunia.
Selain itu, pelestarian Seni dan Budaya, mengangkat kearifan lokal agar tetap lestari dan menarik minat generasi muda. Pemberdayaan UMKM & Pertanian peningkatkan daya saing serta nilai ekonomi produk unggulan belimbing dan produk olahan lokal Desa Ngeringinrejo.
“Tidak hanya itu, peningkatan kunjungan wisata, guna menarik kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui sinergi antara potensi alam, budaya, dan produk unggulan desa, Pemkab Bojonegoro optimistis Festival Blimbing dapat menjadi motor penggerak ekonomi warga Desa Ngajo sekaligus memperkokoh posisi Bojonegoro di peta pariwisata internasional,” papar Elzabeda.
Tujuan utama yaitu, untuk mempromosikan potensi kawasan Geopark Bojonegoro, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta menonjolkan komoditi pertanian unggulan daerah seperti buah belimbing. Selain persembahan kebudayaan, acara turut dimeriahkan dengan pameran produk UMKM tempatan dan sebagai tujuan wisata keluarga.
Melalui festival ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat menarik lebih ramai pelancong luar serta memperkukuh kedudukan Bojonegoro sebagai salah satu destinasi pelancongan berasaskan alam dan budaya yang utama di Jawa Timur.
Ditempat yang sama Kepala Desa Ngeringinrejo mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Disbudpar Kabupaten Bojonegoro dan Pemkab Bojonegoro karena telah mengapresiasi desanya hingga saat ini menjadi salah satu bagian penting dari penilaian UNESCO Global Park.
Tidak hanya membantu para petani belimbing di wilayahnya namun, banyak UMKM yang terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Pihak desa berharap dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan kemakmuran UMKM yang ada disini serta meningkatkan perekonomian warga Desa Ngeringinrejo, dan semoga kedepannya dapat terus berkembang,” ungkap Endang.
Festival yang berlangsung dalam dua hari ini, menampilkan kirab tumpeng belimbing, grebek belimbing, campur sari, UMKM dan Kuliner. Pada hari kedua adanya hiburan Reog New Joyo Saputro, UMKM dan kuliner.















