BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Desain penataan Jalan Panglima Besar Sudirman (Pangsud) Lumajang diduga dari AI beredar di media sosial, hebohnya karena bukan desain resmi perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) setempat.
DPUTR menegaskan, visual wajah baru koridor utama Kota Lumajang itu adalah hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang, Heri Kurniawan, Kamis (5/11/2026), memberi tanggapan soal desain revitalisasi kawasan Pangsud.
“Itu foto kan dari AI. Konsep AI itu ya tidak sama dengan perencanaan kita,” tegas Heri.
Dengan demikian gambar yang beredar dan menjadi perbincangan masyarakat tidak dapat dijadikan patokan wajah Jalan Pangsud usai renov.
Lalu Heri menjelaskan, sebenarnya pekerjaan pedestrian fokus pada pelebaran trotoar di sisi timur dan barat Jalan Pangsud.
Lebar trotoar sebelah timur dari 1,7 – 1,9 meter ditambah satu meter, menjadi 2,6 – 2,9 meter.
Untuk lebar trotoar sebelah barat dari berkisar 1,7 – 1,9 meter ditambah sekitar 2 meter, sehingga menjadi kurang lebih 3,6 – 3,9 meter menyesuaikan garis bangunan toko di sepanjang kawasan.
Konsekuensinya, lebar badan jalan utama mengalami penyempitan sekitar 3 meter dari semula 15,5 meter menjadi 12,5 meter.
“Kita inginnya Lumajang kita bangun, biar wajah kota lebih bagus dari sebelumnya. Konsep awalnya murni perbaikan jalan dan pedestrian untuk membangkitkan ekonomi area pusat kota,” jelasnya.
Revitalisasi ini juga dirancang sebagai percontohan penataan kawasan kota secara terpadu, melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
DPUTR menangani perbaikan jalan dan pedestriannya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertanggung jawab terhadap pembaruan pohon, lampu taman, dan kursi taman. Dinas Perhubungan (Dishub) menangani penerangan jalan umum (PJU) dan CCTV, sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dilibatkan dalam penataan kabel jaringan internet provider atau ISP.
Namun, Heri menyampaikan koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan secara sinergi agar pekerjaan berjalan sesuai ritme yang diharapkan.
Untuk penataan lalu lintas dan titik parkir pengaturan teknis dilakukan Dishub. Nantinya, jalur jalan akan dilengkapi marka tengah, marka parkir sepeda motor, marka khusus pesepeda, serta lokasi khusus parkir becak dan disabilitas.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah progres pekerjaan. Memasuki minggu keenam, Heri mengakui terdapat deviasi atau keterlambatan 8,8 persen daei target progres rencana 18,65 persen, realisasi pekerjaan baru mencapai 9,8 persen.
Menurutnya, keterlambatan dipengaruhi penyesuaian ritme pekerjaan di kawasan pusat ekonomi, aktivitas pertokoan yang tetap berjalan, serta koordinasi antarinstansi.
“Metode kerja tiap hari kita evaluasi. Ritme kerja kita atur dengan sistem shift siang dan malam, karena di situ aktivitas ekonomi dan toko-toko tetap berjalan. Progres keterlambatan ini akan segera kita pacu melalui pengaspalan,” ungkapnya.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pelaksana proyek. Sebab, selain mengejar ketertinggalan progres, kualitas pekerjaan dan keselamatan masyarakat juga harus tetap diperhatikan.
Heri mengimbau pengguna jalan dan pemilik usaha di kawasan Jalan Pangsud agar memahami potensi gangguan selama masa pengerjaan, yakni 90 hari.
“Kami mohon maaf bila ada gangguan aktivitas. Kami imbau masyarakat ekstra hati-hati saat melintas karena kawasan tersebut merupakan area kerja terbuka dengan alat berat dan material bongkaran. Sampaikan keluhan langsung ke kami, kami berupaya proyek selesai tepat waktu,” ujarnya.
Terlepas dari masalah gambar AI, penataan Jalan Pangsud tetap menyisakan satu hal yang harus diperhatikan Pemda.
Semisal keluhan warga soal perbedaan gambaran sosialisasi dengan fakta di lapangan, pelebaran trotoar, akses garasi kendaraan terhambat ketinggian pedestrian, hingga perbedaan penataan di depan sejumlah tempat usaha.
Sebab, wajah baru kota bukan hanya soal indah dipandang, tetapi juga harus nyaman digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.















