Pembangunan

Revitalisasi Jalan Pangsud Lumajang Diprotes Gegara Teotoar Halangi Garasi Warga

2
×

Revitalisasi Jalan Pangsud Lumajang Diprotes Gegara Teotoar Halangi Garasi Warga

Sebarkan artikel ini
Revitalisasi
Trotoar jalan sebelah kanan saat dipasangi pembatas sebelum di cor

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Proyek revitalisasi Jalan Panglima Besar (PB) Sudirman (Pangsud) Lumajang, menuai sorotan warga. Pembenahan pedestrian trotoar jalan diprotes karena menghalangi garasi warga.

CT, warga Kelurahan Tompokersan, menyebut sosialisasi soal pelebaran trotoar tiga meter kanan kiri jalan berbeda dengan fakta di lapangan.

“Faktanya sebelah kiri tetap ukuran lama, tapi sebelah kanan dilebarkan,” beber CT.

Apalagi ketinggian trotoar dikeluhkan warga menyulitkan kendaraan keluar masuk garasi rumah.

Keluhan serupa disampaikan warga lain berinisial PePe. Dia menilai penataan trotoar di depan sejumlah toko dan tempat usaha tidak sesuai rencana.

“Ada toko atau tempat usaha yang tidak dikasih trotoar, sedangkan di depan tempat usaha lain diberi trotoar. Ini tidak adil. Seharusnya tidak boleh tebang pilih,” tukasnya.

Data yang dihimpun media ini, peningkatan infrastruktur sepanjang kurang lebih 730 meter jalan ini meliputi pembangunan jalur pedestrian, dan peningkatan jalan. Pekerjaan ditarget rampung awal Desember 2026.

Selama pengerjaan, Dinas Perhubungan memberlakukan rekayasa lalu lintas. Jalan dr Koesnadi dari Kantor Pos ke arah timur dan Jalan M Yamin di selatan Aston jadi satu arah dari barat ke timur, sedangkan Jalan Sumodigdo atau Kamar Tikus berlaku dua arah.

Parkir kendaraan roda dua diarahkan ke sisi timur sepanjang Jalan PB Sudirman. Sementara kendaraan roda empat dialihkan ke Jalan Sirip, yakni Jalan dr Koesnadi, Jalan KH. Wakhid Hasyim, dan Jalan dr Soetomo.

Sorotan lain juga mencuat. Mulai dari perencanaan, hingga ayout atau gambar, dari progres 0 – 100 persen.

Saat dikonfirmasi konsultan proyek, Pras, menolak menjawab. Malah menyuruh ke DPUTR.

“Kalau gambar itu konfirmasi ke PU. Kalau pola lantai masih penyesuaian dengan lokasi, sambil berjalan ini nunggu pendataan materialnya baru kita plot lapangan,” jawab Pras melalui WhatsApp.

Ia menjelaskan, penyesuaian di lapangan dilakukan karena terdapat pekerjaan lintas instansi, mulai dari pemasangan PJU oleh Dishub, lampu taman dan tanaman oleh DLH, hingga jaringan PDAM menuju ruko serta saluran pembuangan milik warga.

Saat ditanya apakah penyesuaian itu berdampak pada penambahan biaya, Pras menegaskan tidak ada.

Selain persoalan trotoar, pemotongan pohon dan pencabutan tanaman lama juga menjadi sorotan masyarakat.

Di sisi lain, pohon-pohon pengganti telah ditanam di sepanjang Jalan PB Sudirman.

Revitalisasi Jalan PB Sudirman diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, mempercantik wajah kota, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60