Pendidikan

Hibiscoud UNAIR Melaju ke PIMNAS 2026 Lewat Riset Herbal Antiobesitas

3
×

Hibiscoud UNAIR Melaju ke PIMNAS 2026 Lewat Riset Herbal Antiobesitas

Sebarkan artikel ini
Unair

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Hibiscoud melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 melalui penelitian mengenai potensi kombinasi ekstrak rosela dan stevia sebagai kandidat antiobesitas.

Riset tersebut berfokus pada pengujian kemampuan formulasi kedua bahan alam itu dalam menghambat aktivitas enzim lipoprotein lipase (LPL), yang berperan dalam metabolisme lipid.

Penelitian berjudul “Uji Efektivitas Formulasi Ekstrak Rosela dan Stevia sebagai Antiobesitas melalui Modulasi Metabolisme Lipid” ini dilatarbelakangi oleh proyeksi peningkatan jumlah penderita obesitas secara global yang disebut dapat mencapai 3,80 miliar pada 2050.

Di tengah meningkatnya konsumsi makanan cepat saji atau junk food, tim Hibiscoud mengeksplorasi kombinasi bahan herbal sebagai salah satu kandidat untuk menghambat penumpukan lemak.

Ketua tim Hibiscoud, Fatkhul Stevanie, menjelaskan bahwa rosela mengandung antosianin dan polifenol, sedangkan stevia kaya akan glikosida steviol. Kedua bahan tersebut diformulasikan untuk menguji potensi penghambatan aktivitas enzim LPL.

“Rosela memiliki kandungan antosianin serta polifenol, sedangkan stevia kaya akan glikosida steviol. Kami menggabungkan keduanya untuk menguji sejauh mana potensi formulasi ini dalam menghambat aktivitas enzim lipoprotein lipase yang memicu penumpukan lemak,” ujarnya.

Untuk menguji formulasi tersebut, tim melakukan serangkaian penelitian di laboratorium. Proses diawali dengan ekstraksi menggunakan etanol 80% terhadap kelopak rosela dan daun stevia.

Selanjutnya, tim menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) untuk memastikan keberadaan senyawa aktif dalam ekstrak.

Pengujian kemudian dilanjutkan dengan analisis aktivitas inhibisi enzim LPL secara in vitro.

Tim juga menganalisis kinetika enzim menggunakan plot Lineweaver–Burk untuk memetakan karakteristik penghambatan yang terjadi.

“Setelah mengekstrak bahan dasar, kami melakukan pengujian aktivitas inhibisi enzim LPL secara in vitro dan menganalisis kinetikanya menggunakan plot Lineweaver–Burk. Seluruh tahapan utama pengujian laboratorium telah berhasil kami selesaikan dengan baik,” kata Stevanie.

Menurut Stevanie, aspek kebaruan penelitian tersebut terletak pada formulasi kombinasi ekstrak rosela dan stevia serta analisis karakteristik inhibisi enzim LPL.

Pendekatan ini memungkinkan tim mengkaji pola penghambatan enzim secara lebih terarah, tanpa membandingkan hasilnya secara langsung dengan obat sintetis yang beredar di pasaran.

Meski demikian, penelitian Hibiscoud masih berada pada tahap in vitro. Karena itu, hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium tersebut menjadi dasar awal untuk memahami potensi formulasi, bukan bukti bahwa kombinasi rosela dan stevia telah terbukti efektif mengatasi obesitas pada manusia.

Dalam proses penelitian, tim menghadapi kendala teknis, terutama pengadaan bahan enzim LPL dari luar negeri.

Pendampingan intensif dari dosen pembimbing, Ni Nyoman Purwani, SSi, MSi, PhD, membantu tim mengatasi kendala tersebut sekaligus mengoptimalkan penyajian data visual dan penguasaan materi penelitian.

Tim Hibiscoud terdiri atas Fatkhul Stevanie, Rihana Gayda Pratiwi, dan Rizka Shabrina Ariesty dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), serta Anggun Dwi Syandi Sekarwati dan Hidayatul Hafidzah dari Fakultas Vokasi (FV) Unair.

Melalui PIMNAS 2026, tim berharap dapat menampilkan presentasi terbaik dan memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan penelitian berbasis bahan herbal di Indonesia.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60