Pendidikan

ARSHA Spensabaya Ajak Siswa dan Orang Tua Kenali Tanda Skoliosis

41
×

ARSHA Spensabaya Ajak Siswa dan Orang Tua Kenali Tanda Skoliosis

Sebarkan artikel ini
ARSHA Spensabaya
Suasana saat kegiatan ARSHA di Aula SMPN 1 Surabaya. ((Foto: Mwd, Beritababgsa.id).

Meski demikian, ketidaksimetrisan postur tidak selalu menunjukkan skoliosis. Sebaliknya, skoliosis juga dapat terjadi tanpa nyeri atau tanda yang mudah dikenali. Karena itu, pengamatan fisik berfungsi sebagai langkah awal, bukan pengganti pemeriksaan tenaga medis.

Materi ARSHA Spensabaya juga meluruskan anggapan bahwa skoliosis selalu berakhir dengan operasi.

Penanganan bergantung pada kondisi pasien dan perkembangan kelengkungan tulang belakang.

Keputusan medis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan penampilan postur tubuh.

Penggunaan tas berat juga menjadi salah satu hal yang perlu dipahami secara tepat. Membawa tas berat tidak terbukti sebagai penyebab langsung skoliosis idiopatik.

Meski demikian, tas yang terlalu berat dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada bahu dan punggung sehingga anak tetap perlu memperhatikan beban serta cara membawanya.

Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk menyampaikan kepada orang tua apabila menemukan perubahan pada postur tubuhnya.

Orang tua juga dapat memperhatikan kesejajaran bahu dan panggul, bentuk punggung, serta perubahan postur anak selama masa pertumbuhan.

Apabila ditemukan tanda yang mencurigakan, anak perlu dibawa untuk menjalani pemeriksaan dokter agar kondisinya dapat dievaluasi secara tepat.

Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah perubahan postur berkaitan dengan skoliosis atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60