BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Tensi konflik Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, kian memanas. Ratusan warga menggeruduk balai desa, mendesak pemerintah desa (Pemdes) agar segera mencoppt Sekretaris Desa (Sekdes) dari jabatannya.
Permintaan masyarakat ini merupakan desakan kali kedua setelah dua minggu lalu hingga digelarnya Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Balai Desa Bayemgede, Senin (28/9/2026) malam.
Musdesus dihadiri Kepala Desa Mu’in, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Koramil dan Polsek Kepohbaru, serta aparat keamanan desa.
Salah satu perwakilan warga menyampaikan secara terbuka bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Sekdes telah runtuh. Banyak kesalahan Sekdes yang membuat masyarakat kecewa, sikap arogan dan seenaknya menjadi dasar adanya protes tersebut.
“Intinya, kami seluruh warga sudah tidak mau lagi melihat Sekdes ini bertugas di Desa Bayemgede. Banyak kesalahan yang sudah dilakukan, selama ini kami masih bersabar dan diam. Namun saat acara karnaval kemarin, ia justru menimbulkan masalah lagi. Kami sudah tidak sabar,” tegasnya.
Tidak hanya itu, masyarakat juga memberi peringatan tegas jika Sekdes tetap dipertahankan, ketidaktertiban lebih besar tidak bisa dihindari.
“Kami meminta Kepala Desa dan pejabat berwenang segera mencopot Sekdes dari jabatannya. Kalau masih tetap bertugas, jangan salahkan kami jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami siap menggelar aksi demonstrasi yang lebih besar,” tandasnya.
Menanggapi desakan itu, Kepala Desa Bayemgede, Mu’in, menyatakan menerima aspirasi warga dan akan segera meneruskannya pemangku jabatan tertinggi.
“Saya menerima usulan masyarakat untuk pemberhentian Sekdes. Saya akan melaporkan dan mengkomunikasikan hal ini kepada Camat Kepohbaru hingga ke Bupati Bojonegoro. Masyarakat sudah tidak menginginkannya lagi, apa lagi yang bisa kami lakukan?” ujar Mu’in.
Perlu diketahui sebelumnya, pada Kamis (17/9/2026), warga sudah datang ke Balai Desa untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Kini, tekanan semakin kuat dan tidak bisa ditunda lagi.
Penulis: Suyati















