Kiai Asep menilai Yayasan Khadijah memiliki modal pengalaman dalam mengembangkan pendidikan. Ia menyebut program-program yang telah dijalankan selama ini telah melahirkan siswa berprestasi dan alumni yang sukses.
“Insyaallah Yayasan Khadijah mampu, karena program-programnya selama ini berhasil melahirkan siswa yang berprestasi dan banyak alumni Khadijah yang sukses,” katanya.
Setelah rangkaian sesi awal, kegiatan dilanjutkan dengan agenda konsolidasi pengurus dan pimpinan sekolah pada pukul 12.30–15.00 WIB.
Sesi tersebut diikuti Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan, serta pimpinan sekolah dan Pondok Pesantren Khadijah.
Konsolidasi tersebut menjadi bagian penting dari agenda retreat karena mempertemukan unsur pengelola yayasan dengan pimpinan satuan pendidikan dalam satu forum.
Pembahasan diarahkan pada penguatan pemahaman bersama mengenai amanah pengelolaan pendidikan, identitas lembaga, serta arah pengembangan Khadijah menuju 2035.
Tema “Menjaga Amanah, Meneguhkan Jati Diri Sekolah Juara untuk Khadijah 2035” menjadi pijakan utama dalam rangkaian kegiatan.
Melalui materi, pengarahan, refleksi, dan konsolidasi, peserta diajak melihat kembali pelaksanaan tugas sekaligus menyiapkan langkah pengembangan lembaga untuk periode berikutnya.
Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah menaungi sejumlah unit pendidikan dan sosial. Keterlibatan unsur yayasan, sekolah, pesantren, unit sosial, guru, dan karyawan dalam retreat tersebut mempertemukan berbagai unsur kelembagaan dalam satu ruang konsolidasi.
Agenda Khadijah 2035 kemudian ditempatkan sebagai arah pengembangan yang membutuhkan kesinambungan visi, penguatan nilai, serta keterlibatan seluruh unsur yayasan dalam pelaksanaan tugas masing-masing.















