Pendidikan

Arah Retret Yayasan Khadijah, Pimpinan Sekolah Perkuat Konsolidasi

11
×

Arah Retret Yayasan Khadijah, Pimpinan Sekolah Perkuat Konsolidasi

Sebarkan artikel ini
Khadijah Retret
Ketua Umum Yayasan Khadijah, Dra. Hj. Masruroh Wachid, MPd., saat sambutan.

Menurut Masruroh, capaian yang dinilai positif perlu dipertahankan dan dikembangkan, sedangkan hal-hal yang masih kurang perlu diperbaiki. Karena itu, retret menjadi ruang introspeksi untuk melihat kembali apakah pelaksanaan amanah selama ini telah dilakukan secara optimal.

Saat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA., memaparkan pengalamannya membangun lembaga pendidikan dari tahap awal hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional.

Kiai Asep mendorong Yayasan Khadijah memiliki cita-cita yang jelas untuk berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik, setidaknya di Jawa Timur.

Menurut dia, langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut adalah membangun cita-cita dan tekad yang kuat di antara seluruh orang yang berada di lingkungan yayasan.

Setelah memiliki cita-cita, kata dia, seluruh unsur yayasan perlu membangun keyakinan bahwa tujuan tersebut dapat diwujudkan. Keyakinan itu kemudian harus diterjemahkan menjadi semangat dan kerja yang konsisten.

“Saya berharap Yayasan Khadijah menjadi lembaga pendidikan terbaik minimal di Jawa Timur. Yang pertama dilakukan adalah bahwa setiap yang berada di lingkungan Khadijah harus mempunyai hal yang paling pokok, yaitu cita-cita dan tekad,” tutur Kiai Asep.

Ia juga menyoroti sejarah dan nilai perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.

Menurut analisisnya, Yayasan Khadijah merupakan kelanjutan dari lembaga pendidikan tersebut sehingga nilai-nilai perjuangan perlu tetap dimunculkan dalam aktivitas pendidikan.

Yayasan Khadijah
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA., saat menyampaikan materi.

“Saya menganalisa bahwa Yayasan Khadijah sebagai kelanjutan daripada lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan. Oleh karena itu semua aktivitas yang ada di dalamnya harus memunculkan semangat ini dan ditanamkan,” katanya.

Kiai Asep menyebut, cita-cita yang tertanam kuat akan mendorong seseorang untuk bekerja secara konsisten. Ia menilai motivasi juga menjadi unsur penting dalam membangun lembaga pendidikan.

Ia mencontohkan tradisi di lingkungan pendidikan Nahdlatul Wathan yang membiasakan siswa membaca syair Ya Lal Wathan sebelum memulai pembelajaran.

Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap tanah air.

“Syair Ya Lal Wathan bukan satu-satunya cara untuk memotivasi diri, namun masih banyak motivasi-motivasi lain yang bisa berdampak positif bagi perkembangan Yayasan Khadijah ke depan,” ujarnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60