Pendidikan

KKN ITB Widya Gama Lumajang Dorong UMKM Yosowilangun Kidul Naik Kelas

2
×

KKN ITB Widya Gama Lumajang Dorong UMKM Yosowilangun Kidul Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
KKN ITB
PJ Kepala Desa Yosowilangun Kidul saat memberikan sambutan

“Kalau warga kami, pelatihan sudah sering dilakukan. Yang dibutuhkan sekarang adalah sektor pemasaran yang berkelanjutan,” ujar Basori.

Pernyataan tersebut menjadi catatan penting. Sebab, pelatihan tanpa tindak lanjut berpotensi hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, sementara pelaku usaha tetap menghadapi persoalan yang sama ketika kembali menjalankan aktivitas bisnisnya.

Dengan kata lain, tantangan UMKM Yosowilangun Kidul bukan lagi sekadar “bisa membuat produk”, melainkan bagaimana produk tersebut memiliki identitas, legalitas, harga yang terukur, pencatatan keuangan yang sehat, serta pasar yang terus tumbuh.

Kegiatan KKN mahasiswa ITB Widya Gama Lumajang di Desa Yosowilangun Kidul diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut secara lebih konkret.

Pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang tidak berhenti ketika acara sosialisasi selesai. Mereka membutuhkan ekosistem yang membantu mengurus legalitas, memperbaiki kemasan dan katalog, menghitung biaya produksi serta keuntungan, membangun merek, hingga mempertemukan produk dengan pasar.

Terlebih, perkembangan pemasaran digital telah mengubah pola konsumen dalam mencari dan membeli produk. Riset yang dilakukan akademisi ITB Widya Gama Lumajang juga menunjukkan bahwa content marketing dan live streaming berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui minat beli, memperlihatkan pentingnya strategi digital dalam pemasaran modern.

Karena itu, pesan dari perangkat desa agar pemasaran dilakukan secara berkelanjutan patut menjadi perhatian seluruh pihak.

KKN mahasiswa seharusnya tidak hanya meninggalkan dokumentasi kegiatan dan spanduk sosialisasi. Ukuran keberhasilannya justru dapat dilihat dari apa yang terjadi setelah mahasiswa meninggalkan desa: apakah produk warga semakin dikenal, legalitas semakin lengkap, pembukuan semakin tertib, pemasaran semakin luas, dan omzet benar-benar meningkat.

Jika hal tersebut dapat diwujudkan, maka KKN bukan sekadar program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Lebih jauh, KKN bisa menjadi jembatan nyata antara ilmu kampus dan kebutuhan ekonomi masyarakat desa, mendorong UMKM Yosowilangun Kidul dari sekadar bertahan hidup menjadi benar-benar naik kelas.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60