Pendidikan

Unusa Lantik Dokter Baru, Tekankan Integritas dan Empati di Era AI

1
×

Unusa Lantik Dokter Baru, Tekankan Integritas dan Empati di Era AI

Sebarkan artikel ini
Unusa
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA), Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, A.Eng., menyalami para orang tua dokter yang sudah dilantik.

Ia juga mengingatkan para dokter untuk memberikan pelayanan secara adil tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kondisi pasien.

Enam karakter tersebut diharapkan menjadi pembeda dokter lulusan Unusa. Masyarakat, kata dia, tidak hanya mengenal mereka karena kemampuan klinis, tetapi juga karena sikap dan perilakunya.

Di sisi lain, Tri Yogi mengingatkan para dokter baru bahwa mereka memasuki dunia kedokteran yang berubah dengan cepat. Perkembangan AI, telemedicine, genomik, big data, dan berbagai teknologi kesehatan telah mengubah cara profesi kedokteran bekerja.

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang insinyur, Tri Yogi melihat perkembangan tersebut sebagai ruang yang semakin mempertemukan ilmu kedokteran dengan teknologi dan disiplin ilmu lain.

UNUSA
Foto bersama usai pelantikan dan sumpah dokter.

“Dunia kedokteran masa depan adalah dunia yang sangat bergantung pada inovasi dan teknologi interdisipliner,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak membuat dokter kehilangan sentuhan kemanusiaan. AI dan berbagai teknologi kesehatan dapat membantu dokter meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti profesi tersebut.

“Teknologi medis akan terus berubah, penyakit baru akan terus muncul, namun esensi kemanusiaan dari seorang dokter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” ujarnya.

Karena itu, Tri Yogi meminta para dokter baru menjadi pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learner. Gelar dokter yang diterima hari itu, kata dia, bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan untuk terus memperbarui kompetensi seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tri Yogi juga mengingatkan para dokter baru yang akan menjalani program internship dan mengabdi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia untuk menjaga nama baik almamater.

Ia meminta para dokter tidak menjadikan berbagai keterbatasan dalam sistem pelayanan sebagai alasan untuk melampiaskan kekecewaan kepada pasien.

“Di mana pun kalian ditempatkan, jaga nama baik almamater Unusa. Kibarkan bendera Unusa melalui prestasi, dedikasi, dan akhlakul karimah yang kalian tunjukkan kepada masyarakat,” pesannya.

Kepada para orang tua, Tri Yogi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan hingga putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Ia menilai keberhasilan seorang dokter tidak terlepas dari perjuangan keluarga yang mendampingi selama menjalani pendidikan yang panjang dan penuh tantangan.

“Kepada para dokter baru, selamat berjuang, selamat mengabdi. Selamat menyelamatkan kehidupan. Jadilah lilin yang menerangi kegelapan, dan jadilah rahmat bagi alam semesta,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60