Pada kategori tahfidz, yayasan menerapkan pendekatan yang berbeda. Wisuda diberikan kepada siswa kelas akhir berdasarkan capaian hafalan yang dimiliki saat menyelesaikan pendidikan pada jenjangnya masing-masing.
Ia menambahkan, dengan sistem tersebut, siswa yang memiliki hafalan beberapa juz tetap mendapatkan penghargaan atas usaha dan ketekunannya.
Yayasan menilai proses belajar dan konsistensi menjaga hafalan sama pentingnya dengan jumlah juz yang berhasil dihafalkan.
“Kami ingin mengapresiasi semua capaian. Berapa pun hafalannya, selama siswa sudah berada di kelas akhir dan memenuhi syarat, maka akan kami ikutkan dalam Gebyar Prestasi Al-Qur’an,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan para santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Justru setelah menyelesaikan pendidikan formal, tantangan berikutnya adalah menjaga hafalan dan membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara rutin.
Karena itu, Abdullah Sani, mengingatkan para wisudawan agar terus melakukan murojaah atau mengulang hafalan secara berkala. Menurutnya, hafalan yang tidak dijaga akan mudah berkurang seiring waktu.

“Yang sudah hafal harus terus menjaga hafalannya. Al-Qur’an harus dibaca setiap hari agar tetap melekat,” pesannya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof. Dr. H. Ridlwan Nasir MA, Direktur Bil Qolam Pusat KH Anas Bashori Alwi, KH Mas Sulaiman, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Khadijah yang dinilai konsisten menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada peserta didik sejak usia dini.
Eri yang hadir sebagai perwakilan dari wali murid menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia menyebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat menjadi benteng moral di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak saat ini.
“Saya mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Khadijah. Dengan pendidikan seperti ini, anak-anak kita dikuatkan dan dipagari oleh Al-Qur’an,” ujarnya.


















