Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Salurkan 8 Unit Alsintan Bagi Petani

6
×

Pemkab Bojonegoro Salurkan 8 Unit Alsintan Bagi Petani

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bojonegoro
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Aziziah Saat memberikan bantuan Alsinta pada Petani secara simbolis.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), dalam rangka memperkuat sektor pertanian, dan ketahanan pangan daerah.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Daerah (Pemda) Bojonegoro dalam mendorong modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Sebanyak delapan unit alsintan diserahkan kepada delapan Poktan dan Gapoktan yang telah memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan.

Bantuan yang diberikan terdiri dari 6 unit traktor roda dua, 1 unit traktor roda empat, dan 1 unit rice transplanter yang diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan hingga penanaman.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan penguatan ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui bantuan alsintan. Pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program pendukung mulai dari penyediaan sarana produksi hingga menjaga stabilitas hasil pertanian.

Menurutnya, program listrik masuk sawah menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian. Selain itu, pemerintah juga terus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani serta melakukan pemantauan harga hasil panen guna menjaga pendapatan petani tetap stabil.

“Upaya yang kami lakukan tidak hanya melalui bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga melalui program listrik masuk sawah untuk mendukung pengairan, memastikan ketersediaan pupuk, serta melakukan pemantauan harga hasil panen agar petani mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Tak berhenti di situ, Pemkab Bojonegoro juga menyiapkan bantuan benih padi unggul varietas Gamagora yang akan disalurkan kepada kelompok tani. Varietas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan produktivitas lebih dari delapan ton per hektare, sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Melalui kombinasi bantuan alsintan, dukungan sarana produksi, serta pengembangan benih unggul, Pemkab Bojonegoro berharap produktivitas pertanian terus meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa proses penetapan penerima bantuan dilakukan secara selektif sesuai ketentuan yang berlaku. Kelompok tani penerima harus terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), memiliki legalitas yang jelas, dan berkomitmen memanfaatkan bantuan secara optimal.

“Bantuan alsintan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Kami berharap alsintan yang diterima dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung kegiatan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Zaenal.

Ia menegaskan bahwa bantuan alsintan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Karena itu, poktan dan gapoktan penerima diminta menjaga serta memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

DKPP juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala bersama penyuluh pertanian lapangan guna memastikan bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Zaenal, hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran bantuan pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, alsintan yang tidak dimanfaatkan secara optimal dapat dialihkan kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pendampingan agar alsintan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Bojonegoro,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60