Pendidikan

Haru dan Penuh Makna, SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang Lepas Siswa Kelas VI

42
×

Haru dan Penuh Makna, SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang Lepas Siswa Kelas VI

Sebarkan artikel ini
SDN Citrodiwangsan
Kepala Sekolah SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang saat memberikan sambutan.

BERITABANGS.ID, LUMAJANG – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti halaman SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang saat digelarnya acara pelepasan dan penyerahan kembali murid kelas VI tahun ajaran 2025-2026, Sabtu (30/5/2026).

Acara yang mengusung tema “Memaksimalkan Budaya dengan Kreativitas Siswa” tersebut berlangsung meriah dan penuh makna. Ratusan wali murid, guru, komite sekolah, pengawas pendidikan, ustad dan ustadah, serta tamu undangan turut menyaksikan momen bersejarah bagi para siswa yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun.

Kegiatan diawali dengan penampilan tarian tradisional dari siswa kelas I yang berhasil memukau para tamu undangan. Selanjutnya, prosesi pawai siswa kelas VI menjadi pusat perhatian. Dengan penuh kebanggaan dan haru, para siswa berjalan memasuki arena acara sebelum dilanjutkan penampilan tari dari siswa kelas IV.

Selain itu, pembacaan ayat suci Al-Quran oleh siswa kelas V dan doa yang dipimpin Ustad Roni menambah nuansa religius dalam kegiatan tersebut.

Kepala SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Rara Widuri, mengaku momen pelepasan siswa kelas VI selalu menjadi hari yang penuh emosional bagi seluruh keluarga besar sekolah.

“Hari ini adalah hari yang penuh haru sekaligus bahagia. Selama enam tahun kami membersamai anak-anak belajar, tumbuh, dan berproses. Kini saatnya kami harus melepas mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Rara Widuri.

Atas nama lembaga dan seluruh dewan guru, Rara juga menyampaikan permohonan maaf kepada para wali murid apabila selama proses pendidikan masih terdapat pelayanan yang kurang berkenan.

“Kami memohon maaf apabila selama mendidik dan melayani putra-putri bapak ibu terdapat kekurangan. Namun kami berharap ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diterima anak-anak menjadi bekal berharga di masa depan,” katanya.

Ia juga berpesan agar para lulusan selalu menjaga nama baik almamater, menghormati guru, serta terus berusaha meraih cita-cita.

“Jaga almamater SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang. Hormati guru-guru kalian. Semoga sukses dan menjadi anak-anak yang membanggakan keluarga, bangsa, dan agama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rara Widuri secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kelas VI kepada orang tua masing-masing.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami serahkan kembali anak-anak kami kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan dan pembinaan di lingkungan keluarga,” ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu Ketua Komite SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Hariyanto, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata, melainkan membutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga.

“Hari ini bukan sekadar acara perpisahan. Ini adalah penanda perjalanan panjang yang dimulai enam tahun lalu. Pendidikan akan menjadi yang terbaik jika dilakukan secara bersama-sama antara sekolah dan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, selain pendidikan formal, orang tua juga memiliki kewajiban menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak.

“Ibadah harus terus diajarkan dan dibimbing oleh orang tua di rumah. Pendidikan karakter dan spiritual menjadi fondasi penting bagi masa depan anak,” katanya.

Hariyanto juga memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

“Jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Ingatlah bahwa kalian pernah tumbuh dan belajar di SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang. Teruslah menggapai prestasi dan jadilah generasi yang membanggakan,” pesannya.

Sedangkan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Jumadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan pentingnya menghormati guru sebagai sosok yang berjasa dalam perjalanan hidup setiap anak.

“Guru adalah orang tua bagi kita semua. Hampir sama seperti orang tua kandung yang mendidik dan membimbing anak-anak setiap hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia.

“Menuntut ilmu itu sampai akhir hayat. Jangan pernah berhenti belajar. Rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah akan menambah nikmat lainnya. Guru-guru telah mengantarkan anak-anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka hormatilah jasa mereka,” tuturnya.

Pelepasan siswa SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang tahun ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik semata. Berbagai penampilan seni budaya yang dibawakan para siswa menjadi bukti bahwa sekolah juga memberi ruang bagi pengembangan kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Ada penampilan anak-anak, mulai dari tarian, pencak silat, menyanyi, paduan suara, pembacaan ayat suci Al-Quran dan pelepasan atribut oleh Kepala Sekolah. Pembacaan pantun oleh MC merupakan salah satu kreatifitas yang dibangun pihak dewan guru,” ucap Fenty, salah satu dewan guru.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tema “Memaksimalkan Budaya dengan Kreativitas Siswa” menjadi pesan kuat bahwa pendidikan dasar harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, kreatif, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Acara ditutup dengan suasana haru saat para siswa, guru, dan orang tua saling bersalaman serta mengabadikan momen perpisahan yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan enam tahun di bangku sekolah dasar dan awal langkah menuju masa depan yang lebih besar.

“Pembacaan puisi oleh paduan siswa siswi kelas 6,” tutupnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60