BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bojonegoro, pada 18 Juni 2026 mendatang, dinamika politik internal partai berlambang Ka’bah mulai menghangat.
Muscab yang rencananya dilaksanakan di kantor DPC PPP Bojonegoro, Jalan Panglima Polim, diperkirakan bakal menjadi ajang perebutan pengaruh sekaligus penentuan arah baru kepemimpinan PPP di Kota Ledre untuk beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan informasi dari sumber internal partai, hingga saat ini mulai muncul dua nama yang disebut-sebut siap maju dalam bursa calon Ketua DPC PPP Bojonegoro. Keduanya merupakan kader senior sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PPP.
Nama pertama adalah Ainu Anggara. Sosok yang dikenal cukup aktif dalam kegiatan legislatif maupun pengawalan aspirasi masyarakat itu dinilai memiliki basis dukungan kuat, terutama di wilayah barat Bojonegoro.
Ainu Anggara sendiri bukan nama baru di dunia politik. Berdasarkan sejumlah catatan politik lokal, ia telah lama berkecimpung di parlemen daerah dan pernah menjadi anggota Komisi D DPRD Bojonegoro. Dalam beberapa kesempatan, ia juga aktif melakukan pengawasan pembangunan desa dan penanganan aduan masyarakat.
Selain aktif di DPRD, Ainu juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan kader akar rumput PPP. Sejumlah kader muda disebut mulai mendorong namanya untuk tampil sebagai wajah baru kepemimpinan PPP Bojonegoro menjelang Pemilu 2029.
Sementara nama kedua yang mulai ramai diperbincangkan adalah Sumari. Politisi senior PPP tersebut saat ini juga menjabat sebagai anggota DPRD Bojonegoro dan dikenal cukup aktif menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di daerah pemilihannya.
Dalam berbagai kegiatan politik maupun kemasyarakatan, Sumari dikenal memiliki kedekatan dengan jaringan kader tradisional PPP di wilayah Sumberrejo, Balen, Kapas, dan Sukosewu. Ia juga beberapa kali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan.
Munculnya dua nama tersebut mulai memunculkan dinamika di internal partai. Sejumlah kader disebut telah melakukan komunikasi politik guna membangun kekuatan menjelang Muscab.
Meski begitu, Ketua DPC PPP Bojonegoro saat ini, Sunaryo Abumain, menegaskan bahwa seluruh kader PPP memiliki hak yang sama untuk maju dalam kontestasi pemilihan ketua DPC.
“Semua kader partai mempunyai hak yang sama. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai Ketua DPC PPP Bojonegoro,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi. Senin (11/5/2026).
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa proses Muscab nantinya akan berlangsung terbuka dan demokratis. Di sisi lain, sejumlah kader berharap agenda Muscab tidak hanya menjadi ajang perebutan posisi, tetapi juga momentum konsolidasi internal untuk memperkuat PPP menghadapi kontestasi politik mendatang.
Situasi politik internal PPP Bojonegoro sendiri diperkirakan masih akan terus berkembang hingga mendekati hari pelaksanaan Muscab. Tidak menutup kemungkinan, nama-nama lain juga bakal muncul meramaikan bursa calon Ketua DPC PPP Bojonegoro.


















