Terkini

Legislator Sadarestuwati di Jombang Ingatkan Jaga Sumber Air

2
×

Legislator Sadarestuwati di Jombang Ingatkan Jaga Sumber Air

Sebarkan artikel ini
Sadarestuwati
Tampak Pagelaran Sosialisasi saat Berlangsung. Foto: Faiz Beritabangsa.id.

BERITABANGSA.ID, JOMBANG — Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan sumber air di tengah ancaman perubahan iklim serta tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat desa.

Pesan itu disampaikan legislator yang akrab disapa Mbak Estu saat menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri puluhan peserta dari berbagai unsur, mulai masyarakat umum, kelompok tani, pemerintah desa, hingga instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, Mbak Estu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Selama ini sudah saya dorong bantuan bibit produktif dan program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Selain memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, penanaman pohon juga penting untuk memperkuat struktur tanah agar tidak mudah longsor,” ujar Sadarestuwati

Politisi dari PDI-Perjuangan itu menilai rehabilitasi hutan tidak boleh berhenti sebatas penyaluran bantuan bibit.

Menurutnya, program itu harus mampu membangun kesadaran masyarakat agar menjaga hutan secara berkelanjutan.

Ia mengaku turut mengembangkan penanaman bibit produktif di sejumlah lahan miliknya, salah satunya alpukat, yang hasilnya diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Taikw hanya di sektor lingkungan, Mbak Estu juga menyinggung sejumlah pembangunan infrastruktur yang pernah diperjuangkannya saat bertugas di Komisi V DPR RI, seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi pertanian, hingga rumah tidak layak huni.

“Semua itu saya lakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Sekarang di Komisi IV, saya akan terus memperjuangkan sektor pertanian dan lingkungan hidup,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sadarestuwati juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja. Menurut dia, petani menghadapi tekanan berat akibat naiknya biaya produksi pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

“Kondisinya tidak sedang baik-baik saja. Ada tekanan ekonomi yang luar biasa, ditambah perubahan iklim yang sulit diprediksi. Saya akan terus berjuang agar petani kita tetap berdaya dan sejahtera,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi dalam waktu mendatang. Menurutnya, ancaman kekeringan dapat berdampak serius terhadap ketahanan pangan nasional apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Kita harus jujur bahwa tekanan ekonomi saat ini sangat dirasakan masyarakat bawah. Harga pupuk, biaya logistik, hingga operasional pertanian terus meningkat. Jika ditambah kemarau panjang, maka ketahanan pangan kita menjadi taruhannya,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memastikan bantuan dan ketersediaan sarana produksi pertanian tetap terjaga agar daya beli petani tidak semakin terpuruk.

Sadarestuwati menambahkan, upaya penyelamatan sumber daya air harus menjadi gerakan bersama. Menurut dia, keberlangsungan pertanian dan ekonomi desa sangat bergantung pada ketersediaan air.

“Yang paling utama adalah gotong royong menyelamatkan sumber air. Kalau air habis, pertanian mati. Kalau pertanian mati, ekonomi desa bisa runtuh. Ini efek domino yang harus kita cegah bersama,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60